Di Balik Pembangunan TMMD, Warga Pasar Rawa Diajak Tentara Memaknai Bela Negara dari Hal-hal Sederhana

LANGKAT, WasantaraPos.com — Di tengah debu proyek pembangunan dan suara mesin TMMD yang bekerja sejak pagi, warga Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, justru diajak membicarakan sesuatu yang tak kasat mata: rasa cinta terhadap negeri sendiri.

Kamis, 7 Mei 2026, Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat menggelar penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan di Aula Kantor Desa Pasar Rawa. Warga dari Desa Pasar Rawa dan Kelantan Luar tampak duduk menyimak materi yang dibawakan personel TNI.

Di banyak tempat, TMMD lebih dikenal lewat pembangunan jalan desa, sumur bor, atau renovasi rumah warga.

READ  TMMD 128 Hadirkan Dampak Sosial: Rumah Warga Jadi Ruang Kebersamaan

Namun kali ini, tentara mencoba masuk ke ruang yang lebih sunyi, yakni membangun kesadaran sosial dan rasa kebangsaan masyarakat desa.

Untuk itu, Pelda Suparman, personel Satgas TMMD ke-128 yang menjadi pemateri, mengatakan bela negara bukan hanya soal perang atau mengangkat senjata.

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesadaran berbangsa, setia kepada Pancasila, serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” katanya.

Dalam penyuluhan itu, warga diajak memahami bahwa nasionalisme tidak selalu diwujudkan lewat slogan besar atau seremoni formal.

READ  Kolonel Inf Sandi Kamidianto Tinjau Jembatan TMMD di Langkat, Pastikan Pembangunan Berjalan Maksimal

Bela negara, kata Suparman, justru bisa dimulai dari hal sederhana di lingkungan sekitar.

Mulai dari menjaga keamanan kampung, menjaga kebersihan desa, menghormati sesama warga, hingga tidak membiarkan konflik kecil merusak persatuan masyarakat.

Pesan itu terasa relevan di tengah perubahan sosial yang perlahan menggerus budaya gotong royong di sejumlah desa. Jalan boleh dibangun dan fasilitas bisa diperbaiki, tetapi kepedulian sosial tak selalu ikut tumbuh.

“Menjaga ketertiban dan hidup rukun juga bagian dari bela negara,” ujar Suparman.

Warga terlihat antusias mengikuti penyuluhan tersebut. Sejumlah peserta aktif bertanya dalam sesi diskusi yang berlangsung hingga kegiatan berakhir.

READ  Sinergi TNI–Polri di TMMD 128 Gebang: Bangun Keakraban, Perkuat Silaturahmi di Tengah Warga

Miswandi, salah seorang warga, mengaku penyuluhan itu memberi pemahaman baru tentang makna mencintai tanah air.

“Kami jadi sadar bahwa bela negara bisa dimulai dari menjaga lingkungan dan peduli terhadap kampung sendiri,” katanya.

TMMD selama ini identik dengan pembangunan fisik di desa tertinggal.

Namun di Pasar Rawa, program itu tampaknya sedang mencoba mengerjakan sesuatu yang lebih sulit dari membangun jalan: menjaga agar rasa kebangsaan tidak perlahan hilang dari kehidupan masyarakat desa.