​Menembus Isolasi di Sungai Belauna: Asa Baru Warga Ma’u

Headline, Kodam I/BB26 Dilihat

NIAS, WasantaraPos.com – Bertahun-tahun, Sungai Belauna bukan sekadar hamparan air bagi warga Desa Sihare’o III Hilibadalu, melainkan “tembok” pemisah yang mendikte kehidupan mereka.

Saat hujan turun dan debit air meluap, akses warga, terutama para pelajar—tertahan di bibir sungai. Tak ada pilihan lain, mobilitas mereka lumpuh total, memutus denyut pendidikan dan ekonomi di wilayah Kecamatan Ma’u, Kabupaten Nias, tersebut.

​Namun, pada Jumat, 19 Juni 2026, pemandangan di tepi sungai itu berubah. Deru mesin dan sorak gotong royong memecah keheningan.

READ  Loreng Itu Datang Membawa Air: Penantian Puluhan Tahun Warga Pasar Rawa Berakhir

Personel Satuan Tugas Bakti TNI dari Batalion (Yon) TP 905/TS dan Yon Zipur I/Dhira Dharma bersama masyarakat setempat mulai menancapkan fondasi pertama untuk jembatan modular sepanjang 35 meter.

​Proyek ini bukan sekadar urusan beton dan besi. Bagi warga, ini adalah jawaban atas kerinduan akses yang aman. Selama ini, menyeberangi Sungai Belauna adalah pertaruhan nyali, terutama saat cuaca tak bersahabat.

“Kehadiran jembatan ini adalah membuka akses harapan warga Desa Ma’u Nias,” ujar Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P.

READ  TMMD 128 Lanjutkan Pengeboran Sumur Bor, Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga

​Sandy menegaskan, pembangunan ini adalah manifestasi konkret komitmen TNI AD dalam program “Bakti TNI untuk Rakyat”.

Tak hanya soal konektivitas fisik, jembatan ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi layanan kesehatan yang lebih cepat, akses pendidikan yang tak lagi terputus oleh cuaca, hingga stimulus bagi perekonomian lokal.

​Hingga hari pertama, progres pembangunan baru menyentuh angka 3 persen. Meski masih tahap awal, fokus pada pembersihan lahan dan penggalian fondasi abutment, keterlibatan warga yang bahu-membahu dengan tentara menunjukkan optimisme tinggi.

READ  Di Usia 76, Mayjen Hendy: "Prajurit Itu Kunci, Rakyat Itu Nyawa"

​Inisiatif ini sejalan dengan agenda pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.

Dengan selesainya jembatan ini kelak, Desa Sihare’o III Hilibadalu diharapkan tak lagi terisolasi.

Jembatan Belauna tidak hanya akan menghubungkan dua tepian sungai, tetapi juga menyambungkan harapan warga Desa Sihare’o dengan masa depan yang lebih baik, menandai berakhirnya era keterasingan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan oleh arus sungai.