Harga Gula Terdorong Plastik Mahal

MEDAN, WasantaraPos.com — Kenaikan harga gula konsumsi pada April 2026 menunjukkan pola yang tak sepenuhnya lazim. Tekanan bukan datang dari sisi produksi, melainkan dari biaya kemasan yang ikut melonjak.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) gula pasir meningkat dari 153 kabupaten/kota pada pekan kedua April, naik menjadi 171 daerah pada pekan ketiga. Tren ini menandai meluasnya tekanan harga, meski belum merata di seluruh wilayah.

READ  Ruko "Siluman" dan Wajah Buram Penegakan Perda di Medan Deli

 

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut kenaikan biaya plastik sebagai salah satu pemicu utama. Plastik, yang menjadi kemasan utama gula konsumsi, mengalami lonjakan harga akibat terganggunya pasokan nafta dari kawasan Timur Tengah.

 

Gangguan pasokan bahan baku tersebut berkaitan dengan konflik yang memengaruhi distribusi energi dan turunannya. Dampaknya merambat ke industri plastik, lalu ke sektor pangan yang bergantung pada kemasan sederhana tersebut.

 

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan tengah mencari alternatif pasokan bahan baku guna meredam tekanan biaya. Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global.

READ  RAMADAN & FISIKA JIWA: MEMBONGKAR RAHASIA PUASA SYARIAH, TAREKAT, HAKIKAT & MAKRIFAT

 

Meski jumlah daerah terdampak meningkat, sebagian wilayah masih mencatat harga di bawah Harga Acuan Penjualan.

 

Secara nasional, kenaikan harga gula dalam sebulan terakhir tercatat sekitar 1,94 persen, relatif terkendali, namun tetap perlu diwaspadai.

 

Untuk di Kota Medan, dari pengamatan di Pasar Sukaramai, Pusat Pasar, Pasar Petisah. Harga rata-rata gula kini berada di kisaran Rp. 17.500 hingga Rp. 18.500 per kilogram.

READ  Air Mulai Ditampung: Tandon Berdiri, Harapan Warga Pasar Rawa Kian Nyata

 

Pemerintah memperkirakan tekanan akan mereda seiring peningkatan produksi gula dalam negeri pada bulan depan, Mei 2026, yang diproyeksikan melonjak signifikan dibanding April.

 

Namun persoalan kemasan tidak berhenti pada gula. Kenaikan harga plastik berpotensi memengaruhi komoditas lain, termasuk beras, sehingga membuka kemungkinan tekanan harga pangan yang lebih luas jika gangguan pasokan berlanjut.