MEDAN – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen SKM, menggelar kegiatan Penyebarluasan dan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan tema “Pancasila sebagai Sumber Nilai, Moral dan Etika Publik” di pelataran parkir SPBU Denai, Jalan Denai No.105, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan perdana tersebut dihadiri ratusan warga dari berbagai wilayah di Kota Medan. Turut hadir Camat Medan Denai Yogi Prayoga, Kasi Trantib Kecamatan Medan Denai Paskah Silaban, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Zulkarnaen menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama bangsa Indonesia yang mengandung nilai universal, moral, serta norma kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang dirumuskan para pendiri bangsa sejak awal kemerdekaan. Nilai tersebut harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Zulkarnaen sambil memperkenalkan Salam Pancasila kepada masyarakat.

Generasi Digital Dinilai Mulai Menjauh dari Nilai Pancasila
Menurut Zulkarnaen, perkembangan teknologi dan derasnya arus digitalisasi membawa tantangan baru terhadap pemahaman generasi muda mengenai nilai-nilai kebangsaan.
Ia menilai sebagian generasi muda mulai mengalami penurunan pemahaman terhadap norma, moral, dan semangat kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila.
“Kondisi ini dikhawatirkan memicu degradasi nilai dan memudarnya semangat kebangsaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, kegiatan pembinaan ideologi Pancasila ke depan juga akan diperluas ke sekolah-sekolah, dunia pendidikan, serta komunitas generasi muda guna menumbuhkan semangat pancasilais.
Pancasila Jadi Dasar Moral, Etika Publik dan Persatuan Bangsa
Zulkarnaen menjelaskan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara berfungsi sebagai identitas bangsa, landasan moral, serta pedoman etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain itu, Wawasan Kebangsaan disebut menjadi elemen penting untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman suku, agama, ras, dan golongan di Indonesia.
“Pancasila adalah sumber dari segala sumber nilai, moral, dan etika publik. Nilai-nilai di dalamnya harus menjadi pedoman dalam tindakan, kebijakan, serta perilaku masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyinggung penguatan pembinaan ideologi melalui pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sebagai langkah menjaga nilai kebangsaan di era pasca-Reformasi.

Warga Soroti Krisis Moral, Tawuran hingga Keadilan Hukum
Pada sesi dialog, warga menyampaikan berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Mashita, warga Medan Timur, mempertanyakan fenomena krisis nilai sosial Pancasila di era digital.
Juliati, warga Medan Deli, menyoroti maraknya anak muda yang menghabiskan waktu hingga larut malam di kafe dan meminta adanya pengaturan jam operasional.
Sementara itu, Rismalina, warga Medan Tembung, mempertanyakan peran pemerintah dan aparat keamanan dalam mengantisipasi aksi tawuran remaja.
Sedangkan Sutrisno, warga Medan Deli, menyinggung implementasi sila kelima Pancasila terkait keadilan hukum yang dinilai masih “tajam ke bawah dan tumpul ke atas”.
Pengamalan Pancasila Dimulai dari Lingkungan Keluarga
Menanggapi berbagai pertanyaan warga, Zulkarnaen menegaskan bahwa penerapan nilai Pancasila sejatinya dimulai dari lingkungan terdekat.
“Menolong tetangga yang sakit, membantu warga berduka, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menghormati sesama merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya etika publik, toleransi antarumat beragama, serta penghormatan terhadap hak masyarakat lainnya.
Peran Orang Tua dan Penguatan Siskamling
Terkait maraknya aktivitas negatif di kalangan remaja, Zulkarnaen menilai pengawasan keluarga menjadi faktor utama.
“Tidak semua persoalan bisa dibebankan kepada pemerintah. Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak agar tidak terjerumus ke narkoba, judi online maupun pergaulan negatif,” ujarnya.
Dalam upaya mencegah tawuran remaja, Zulkarnaen juga mendorong penguatan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Kota Medan.
“Kita akan mendorong agar program Siskamling kembali diaktifkan secara maksimal demi menjaga keamanan lingkungan,” katanya.
Camat Medan Denai: Pancasila Harus Ditanamkan kepada Generasi Muda
Sementara itu, Camat Medan Denai Yogi Prayoga menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga nilai kebangsaan.
“Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia. Peran orang tua sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi muda,” ujarnya.
Yogi juga mengapresiasi inisiatif Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen yang menghadirkan pembinaan ideologi Pancasila secara langsung di tengah masyarakat. (Red)






