Dari Abu Jadi Paving Block, Inovasi Pangdam I/Bukit Barisan Tekan Gunungan Sampah

Sumut70 Dilihat

Medan, WasantaraPos.com — Di tengah persoalan sampah yang kian menggunung di berbagai daerah, sebuah inovasi muncul dari lingkungan militer. Pangdam I/Bukit Barisan (BB) Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau langsung penggunaan insinerator di satuan Peralatan Kodam (Bengrah) I Medan, Senin (23/2/2026).

 

Di lokasi itu, sampah tidak lagi sekadar dibakar dan dibuang. Dengan suhu mencapai 1.000 derajat Celcius, insinerator berbahan bakar gas memusnahkan limbah tanpa menghasilkan asap pekat. Abu yang tersisa justru menjadi bahan baku baru.

READ  Pemprov Sumut : Rumah Sakit Tak Boleh Tolak Pasien Berobat dengan KTP atau yang Menunggak BPJS

Saat dilokasi, Pangdam menyaksikan langsung bagaimana abu hasil pembakaran dicampur dengan material lain, lalu dicetak menjadi paving block dan genteng oleh prajurit Paldam I/BB. Dari limbah yang tak bernilai, lahir produk yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan satuan.

 

Menurut Hendy, langkah ini merupakan bagian dari solusi konkret untuk mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).

READ  Gubsu Bobby Nasution Luncurkan PASADA, Ajak Kepala Daerah se-Sumatera Kolaborasi Bangun Ekonomi Berbasis Data

 

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Setiap satuan harus mampu mengelola limbahnya sendiri,” ujarnya.

 

Program tersebut direncanakan diterapkan di satuan-satuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di jajaran Kodam I/Bukit Barisan.

 

Selain menekan volume sampah, inovasi ini juga diharapkan mendorong efisiensi anggaran dan memperkuat kemandirian satuan.

 

Sejumlah pejabat utama turut mendampingi peninjauan, di antaranya Kasdam I/BB, Asops Kasdam I/BB, Kapaldam I/BB, dan Wakapendam I/BB.

READ  Kepala Balai Perhutanan Sosial Medan Hadiri Pembahasan Ranperda Perhutanan Sosial Sumatera Utara

Kehadiran mereka menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini tak lagi dipandang sebagai urusan teknis semata, melainkan bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

 

Di barak prajurit itu, pesan sederhana digaungkan, yakni “sampah” bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari sesuatu yang bisa dimanfaatkan kembali.