Dari Medan untuk Nias: Empat Masjid Berdiri, Musa Rajekshah Pastikan Amanat 99 Rumah Ibadah Terus Berjalan

MEDAN, WasantaraPos.com — Dari sebuah penandatanganan prasasti di Kompleks Cemara, Kabupaten Deli Serdang, Selasa, 17 Februari 2026, gema takbir itu menjalar jauh ke Kepulauan Nias. Empat masjid resmi berdiri. Jarak memisahkan, tetapi niat menyatukan.

 

Bagi Ketua Yayasan Haji Anif, Musa Rajekshah atau lebih akrab disapa Ijeck, mengatakan bahwa peresmian ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia adalah pengingat akan sebuah janji yang diwariskan almarhum Haji Anif: membangun 99 rumah ibadah.

 

“Ini bukan hanya membangun fisik masjid. Ini menjaga amanat. Kami ingin wasiat itu terus hidup dan memberi manfaat,” ujar Ijeck.

READ  Sekolah Gratis Dimulai Dari Nias: Komitmen Gubsu Majukan Daerah Tertinggal

 

Empat masjid tersebut berdiri di titik-titik yang selama ini membutuhkan penguatan fasilitas ibadah yakni

Masjid Raya Al Musannif Istiqomah di Desa Hiliweto Gido, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias; Masjid Al Musannif Jabbal Nur di Desa Fowa, Kecamatan Idanoi, Kota Gunungsitoli;

Masjid Jami Al Musannif Fofola di Desa Silima Banua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara serta Masjid Jami Al Musannif Al Husna di Desa Sifahandro, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara.

 

Dengan tambahan ini, yayasan telah menuntaskan pembangunan masjid ke-61 hingga ke-64. Target 99 kini kian dekat bukan sebagai simbol ambisi, melainkan konsistensi.

READ  Ikrar Pemuda Al Washliyah untuk Bangsa dan Umat: Dari Kawal Ulama dan Asta Cita Prabowo-Gibran Sampai Dukung Program Kapolri Listyo Sigit

 

Momentum jelang Ramadhan memberi makna lebih dalam. Masjid-masjid itu tak hanya akan dipenuhi saf shalat, tetapi juga suara anak-anak mengaji, diskusi keagamaan, hingga ruang silaturahmi warga.

 

Ijeck memastikan seluruh bangunan telah rampung dan siap digunakan masyarakat.

Meski belum menjejakkan kaki langsung ke lokasi, ia menegaskan komitmen untuk hadir selepas Idul Fitri.

 

“Insya Allah setelah Lebaran saya datang. Amanat ini harus dijaga, bukan hanya diresmikan,” katanya.

 

READ  Jasa Raharja Pematangsiantar Pimpin Rapat FKLL, Rumuskan Langkah Strategis Tekan Angka Kecelakaan di Simalungun

Di balik peresmian yang sederhana, ada kerja senyap para koordinator yayasan dan dukungan masyarakat setempat. Kolaborasi itu menjadi fondasi agar setiap masjid bukan sekadar berdiri, tetapi tumbuh bersama warganya.

 

Bagi keluarga besar Haji Anif, 99 rumah ibadah bukan angka di atas kertas. Ia adalah jejak pengabdian yang terus dilanjutkan, dari Medan ke Nias, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dan selama amanat itu dijaga, langkah menuju angka 99 akan terus bergerak.