Dekan Baru, Agenda Lama: Ujian “Ultimate Excellence” di FK USU

Edukasi, Headline, News193 Dilihat

MEDAN, WasantaraPos.com — Pelantikan jajaran dekan baru di Universitas Sumatera Utara, Senin (4/5), menandai pergantian kepemimpinan di tengah tuntutan lama yang belum sepenuhnya selesai: mutu pendidikan kedokteran, riset yang berdampak, dan layanan kesehatan yang merata.

Dr. dr. Muara Panusunan Lubis, M.Ked(OG), SpOG, Subsp.K.Fm resmi memimpin Fakultas Kedokteran (FK) USU untuk periode 2026–2031.

Saat dilantik, Ia didampingi tiga wakil dekan: Prof. Dr. dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu sebagai Wakil Dekan I, Prof. Dr. dr. Dedy Hermansyah sebagai Wakil Dekan II, dan Prof. Dr. dr. Dina Keumala Sari sebagai Wakil Dekan III.

READ  TMMD 128 Masuk Ladang: Menjaga Panen, Menopang Harapan Petani

Di atas panggung seremoni, pelantikan tampak sebagai rutinitas administratif. Namun di baliknya, tersimpan ekspektasi besar terhadap arah baru fakultas.

Muara menyebut momentum ini sebagai langkah awal memperkuat kepemimpinan dan menyelaraskan visi hingga ke tingkat program studi. Konsolidasi internal menjadi agenda pertama.

Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan program rektor bertajuk “The Era of Ultimate Excellence” ke dalam kebijakan yang konkret. Istilah “keunggulan” kerap menjadi jargon, tetapi kerap pula terjebak dalam dokumen tanpa dampak yang terukur.

READ  Negara Merebut Kembali 2,3 Juta Hektar Lahan, Presiden: Jangan Ada Lagi Kebocoran

FK USU, seperti banyak fakultas kedokteran lain di Indonesia, menghadapi tekanan ganda: meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memastikan riset dan pengabdian benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Di Sumatera Utara, persoalan layanan kesehatan dan kesenjangan akses masih menjadi pekerjaan rumah.

Muara menegaskan komitmennya pada penguatan riset terapan dan inovasi yang berdampak langsung. Namun, ujian sesungguhnya bukan pada pernyataan, melainkan pada implementasi, seberapa jauh program mampu menembus ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas layanan kesehatan.

READ  Jalan Baru di Pasar Rawa, dan Pelan-Pelan Pulihnya Rasa Terhubung

Pergantian kepemimpinan ini membuka peluang percepatan. Tapi tanpa keberanian mengubah pola lama, “ultimate excellence” berisiko berhenti sebagai slogan.

FK USU kini berada di persimpangan: melanjutkan rutinitas, atau benar-benar melompat ke perubahan.