Ketika Tentara dan Polisi “Masuk Kelas” di Pasar Rawa

LANGKAT, WasantaraPos.com — Suara mesin proyek masih terdengar dari sudut Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kamis, 7 Mei 2026. Program TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat tengah berjalan: jalan diperkeras, sumur bor dibangun, rumah warga diperbaiki.

Namun siang itu, di aula kantor desa, pembangunan mengambil bentuk yang berbeda. Sejumlah warga duduk mendengarkan penyuluhan hukum dan keamanan lingkungan dari aparat TNI dan Polri.

Program nonfisik semacam ini kerap tenggelam di balik hiruk-pikuk proyek pembangunan desa. Padahal, bagi Satgas TMMD, persoalan keamanan dan kesadaran hukum dianggap tak kalah penting dibanding infrastruktur.

READ  Di Pesisir Langkat, Tandon Air Itu Membawa Harapan Baru

Di hadapan warga, Bripka Bobby dari Polsek Gebang menyampaikan pesan yang sederhana, tetapi relevan dengan kondisi banyak desa.

“Tanggung jawab keamanan bukan hanya TNI dan Polri. Masyarakat juga harus peduli,” katanya.

Pernyataan itu seperti menegaskan satu hal: keamanan lingkungan tak bisa sepenuhnya diserahkan kepada aparat. Ketika pencurian terjadi, narkoba mulai masuk kampung, atau keributan pecah di lingkungan warga, polisi sering menjadi pihak pertama yang dicari.

Namun dalam banyak kasus, persoalan sebenarnya muncul dari rendahnya kepedulian lingkungan di tingkat masyarakat sendiri.

READ  Merajut Keseimbangan di Tengah Tuntutan Profesi Medis

Dalam penyuluhan tersebut, warga diajak memahami pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas, kesadaran hukum, serta pentingnya pelaporan dini bila muncul persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban desa.

Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat Letkol Inf Medwin Sangkakala mengatakan pembangunan desa tidak cukup hanya melalui proyek fisik.

“Selain pembangunan infrastruktur, kami juga fokus pada pembangunan karakter dan kesadaran hukum masyarakat,” ujarnya.

Menurut Medwin, pembangunan fisik tanpa kesadaran sosial hanya akan menghasilkan fasilitas tanpa daya tahan sosial yang kuat.

Kepala Desa Pasar Rawa Hatta Mulia mengatakan penyuluhan hukum semacam itu masih dibutuhkan masyarakat desa. Ia menilai banyak warga belum memahami secara utuh hak dan kewajiban mereka dalam menjaga lingkungannya.

READ  Mahasiswa Tewas Dikeroyok 3 Pria, Hanya Garagara Tidur di Masjid Sibolga

“Kami merasa terbantu. Warga jadi lebih memahami pentingnya menjaga keamanan bersama,” katanya.

TMMD selama ini identik dengan pembangunan jalan, rumah layak huni, dan fasilitas air bersih.

Namun di Pasar Rawa, program itu tampaknya sedang mencoba menyentuh persoalan yang lebih mendasar: membangun kesadaran bahwa menjaga desa bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab seluruh warga.