MEDAN, WasantaraPos.com — Aula Gelanggang Mahasiswa USU dipenuhi jajaran akademisi saat Muryanto Amin melantik pimpinan baru 16 fakultas dan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara untuk periode 2026–2031, Senin, 4 Mei 2026.
Pelantikan itu bukan sekadar pergantian jabatan administratif. Di tengah tekanan persaingan perguruan tinggi, tuntutan riset, hingga percepatan digitalisasi pendidikan, USU tengah memasang taruhan besar pada kepemimpinan baru di tiap fakultas.
“Kepercayaan yang diberikan harus dijalankan dengan dedikasi dan komitmen untuk membawa USU semakin maju dan berdaya saing,” kata Muryanto.
Ia menyinggung perubahan lanskap pendidikan tinggi yang bergerak cepat. Kampus, menurut dia, tak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan. Universitas dituntut melahirkan inovasi, memperkuat riset, dan menjawab kebutuhan industri serta masyarakat.
Sejumlah nama lama kembali dipercaya memimpin fakultas strategis. Muara Panusunan Lubis kembali memimpin Fakultas Kedokteran bersama tiga wakil dekan, yakni Ayodhia Pitaloka, Dedy Hermansyah, dan Dina Keumala Sari.
Di Fakultas Hukum, Mahmul Siregar kembali dilantik sebagai dekan. Sementara Fakultas Teknik dipimpin Renita Manurung dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dipimpin Abdillah Arif Nasution.
Perhatian juga tertuju pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang kini dipimpin Miswar Budi Mulya bersama Cut Fatimah Zuhra, Muhammad Romi Syahputra, dan Liana Dwi Sri Hastuti. Fakultas ini dinilai menjadi salah satu tumpuan pengembangan sains dan teknologi di USU.
Selain itu, Maya Silvi Lydia memimpin Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Hatta Ridho memimpin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Isfenti Sadalia memimpin Fakultas Vokasi.
Di Sekolah Pascasarjana, Evawany Yunita Aritonang dilantik sebagai direktur bersama tiga wakil direktur. Mereka akan memimpin pengembangan pendidikan pascasarjana dan riset lintas disiplin di kampus tersebut.
Pergantian pimpinan ini menjadi momentum penting bagi USU. Di tengah persaingan kampus yang makin ketat, universitas negeri terbesar di Sumatera Utara itu sedang berupaya memperkuat reputasi akademik, produktivitas riset, dan jejaring internasional agar tidak tertinggal dalam kompetisi pendidikan tinggi nasional maupun global.












