Inovasi di Balik Tembok Gaperta: Saat Pangdam I/BB Mengubah Sampah Plastik Menjadi “Premium”

MEDAN, WasantaraPos.com – Di sudut kompleks Markas Satuan Paldam I/BB, Jalan Gaperta, Medan, bau khas minyak olahan menyengat tipis. Selasa, 26 Mei 2026, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa menyambangi bengkel tersebut bukan sekadar untuk inspeksi rutin.

Mayjen Hendy datang untuk melihat langsung bagaimana sampah plastik, musuh lingkungan yang selama ini dianggap tak bernilai, bisa diubah menjadi bahan bakar minyak (BBM) siap pakai.

​Dalam kunjungan kerja yang didampingi oleh Asops Kasdam I/BB dan Kapaldam I/BB Kolonel Cpl Haris Waskito, Hendy tampak antusias mengamati cara kerja mesin destilator dan incenerator.

Alat ini bukan sekadar pajangan; ia adalah “dapur” pengubah polimer plastik menjadi hidrokarbon cair melalui proses pirolisis atau penguraian termal tanpa oksigen.

READ  MENYULUR AIR, MEMBASUH DAHAGA PASAR RAWA

​Dari Polimer ke Mesin Motor

​Hasilnya mengejutkan. Berdasarkan uji oktan internal, BBM produksi Paldam ini memiliki tingkat kemurnian hingga 98 persen.

Cairan bening tersebut bukan sekadar angka di atas kertas; Paldam I/BB telah membuktikannya dengan mengisi bahan bakar tersebut ke sejumlah sepeda motor dinas satuan.

Hasilnya, mesin kendaraan dapat berakselerasi dengan normal, membuktikan bahwa limbah plastik benar-benar mampu bertransformasi menjadi bahan bakar yang fungsional.

​”Ini adalah bentuk kreativitas yang harus dikembangkan. Pemanfaatan limbah plastik menjadi solusi strategis sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Hendy di sela-sela peninjauan.

​Disiplin di Atas Segalanya

​Di luar urusan inovasi teknologi, Hendy tetap memegang kendali kepemimpinan yang tegas.

READ  Ketika Tentara dan Polisi “Masuk Kelas” di Pasar Rawa

Saat mengumpulkan seluruh prajurit dan PNS Paldam I/BB, nada bicaranya berubah lugas. Ia tak ingin mendengar ada personelnya yang tergelincir dalam lubang hitam narkoba atau terjebak dalam “keributan” di media sosial yang sering kali berujung pada sanksi berat.

​Bagi Hendy, profesionalisme seorang prajurit tidak hanya diukur dari kecanggihan alat yang mereka operasikan, tetapi juga dari integritas dan kedisiplinan individu.

​”Disiplin adalah harga mati. Jauhi pelanggaran, jaga nama baik satuan, dan bijaklah dalam jempol di media sosial,” tegasnya.

​Menakar Kesiapan Satuan

​Kunjungan Hendy tak berhenti di laboratorium inovasi. Ia menyisir setiap jengkal fasilitas, mulai dari gedung kantor hingga gudang penyimpanan. Ia memastikan kesiapan armada, mulai dari mobil pemadam kebakaran hingga unit service Paldam dalam kondisi prima.

READ  Aktifkan Perisai Langit Sumatera Utara

​Di balik kunjungan yang terkesan formal ini, Hendy seolah ingin mengirimkan pesan bahwa Paldam I/BB bukan hanya unit pendukung teknis, melainkan satuan yang adaptif dan solutif.

Mengubah sampah menjadi energi mungkin terdengar sederhana, namun bagi Hendy, itu adalah bukti bahwa kemajuan satuan bisa bermula dari inovasi yang tak terduga di dalam bengkel peralatan.

​Di tengah hiruk-pikuk Jalan Gaperta, Paldam I/BB kini punya wajah baru: sebuah bengkel militer yang tak hanya memegang kunci inggris, tetapi juga memegang kunci solusi bagi masalah lingkungan.