BNN Tangkap Oknum TNI dan Dua Sipil Pembawa 29 Kg Sabu di Bogor

BNN, Headline, Hukum, Nasional20 Dilihat

JAKARTA, WasantaraPos.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 29 kilogram di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka yang salah satunya merupakan oknum anggota TNI aktif.

​Plt Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Roy Hardi Siahaan, mengonfirmasi bahwa penangkapan tersebut dilakukan pada Selasa, 19 Mei, pukul 04.30 WIB. Ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial TA, Y, dan I.

READ  Debu Mengepul, Satgas TMMD Langkat Kejar Jalan Penghubung Tiga Dusun

​Tersangkanya ada tiga orang yang terdiri dari dua warga sipil dan satu oknum TNI.

“Keterlibatan oknum TNI ini adalah dia ikut langsung berada di dalam kendaraan, sehingga kami simpulkan yang bersangkutan adalah pengedar,” ujar Roy dalam jumpa pers di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.

​Pengungkapan ini bermula dari hasil pengintaian (surveillance) mendalam yang dilakukan oleh tim gabungan BNN terhadap sebuah mobil Mitsubishi Pajero.

READ  Prajurit TNI Berikhtiar Mencari Air di Pasar Rawa Langkat

Kendaraan tersebut diketahui membawa sabu dari wilayah Langsa, Aceh, menuju Jabodetabek melalui jalur darat dan menyeberangi pelabuhan Bakauheni-Merak.

​Petugas kemudian melakukan tindakan penyergapan atau Raid, Planning, Execution (RPE) di pelataran parkir sebuah minimarket di Parung Panjang saat para pelaku hendak menurunkan barang.

Di dalam kompartemen bagian belakang mobil tersebut, petugas menemukan 29 bungkus kemasan teh Cina berwarna hijau yang berisi sabu dengan berat total sekitar 29 kilogram.

READ  Dikebut Habis-habisan! TMMD 128 Serbu Gebang: MCK Digenjot, 5 Rumah Warga Disulap

​Setelah meninggalkan mobil target di Bogor, para pelaku sempat mencoba melarikan diri menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Namun, petugas BNN bergerak cepat dan berhasil meringkus seluruh tersangka sebelum mereka meloloskan diri.

Saat ini, ketiga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Kantor BNN Jakarta untuk pemeriksaan dan pengembangan jaringan lebih lanjut.

Pihak BNN juga menegaskan akan segera berkoordinasi dengan BPOM dan pihak militer terkait penanganan kasus ini.