Bobby Nasution Ajak Jamaah Doakan Sumut: Bebas Bencana, Lepas dari Jerat Narkoba

Headline, News, Sumut264 Dilihat

MEDAN, WasantaraPos.com — Di tengah lantunan doa ribuan jamaah di Masjid Raya Al Mashun, Medan, Selasa (5/5/2026), Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengangkat dua pesan yang terasa berat sekaligus mendesak: Sumut harus keluar dari ancaman bencana alam dan darurat narkoba.

Pengajian akbar HUT ke-78 Provinsi Sumatera Utara itu dihadiri sekitar 3.000 jamaah, mayoritas kaum ibu. Suasana religius berubah menjadi ruang refleksi bersama atas berbagai persoalan daerah yang belum selesai.

READ  Gubernur Bobby Nasution Hadiri Peresmian Underpass Gatot Subroto Medan oleh Presiden Prabowo

Bobby menyinggung kembali bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumut pada akhir 2025. Peristiwa itu menelan lebih dari 300 korban jiwa dan memaksa ribuan warga mengungsi.

“Kita tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi. Mari kita doakan bersama-sama,” ujar Bobby.

Namun bagi pemerintah provinsi, ancaman tidak berhenti pada bencana alam. Di sisi lain, narkoba disebut masih menjadi masalah yang lebih senyap, namun dampaknya merusak generasi.

READ  Jeka Saragih Apresiasi Ketegasan Iptu Bimo Tangkap Pelaku Kekerasan terhadap Ibu Hamil di Kawasan Terowongan Pancasila

Data Badan Narkotika Nasional per Februari 2026 mencatat, jumlah pengguna dan penyalahguna narkoba di Sumut diperkirakan mencapai 1,5 juta orang. Angka yang menempatkan provinsi ini masih dalam kategori kerawanan tinggi.

“Satu lagi yang paling meresahkan masyarakat, terutama ibu-ibu, narkoba. Kita masih peringkat tertinggi. Mari kita doakan agar ini bisa hilang dari Sumatera Utara,” kata Bobby.

READ  Air dari Perut Bumi: TMMD 128 Menjawab Dahaga Panjang Warga Pasar Rawa

Pengajian akbar ini turut menghadirkan penceramah Das’ad Latif yang menyampaikan tausiah di hadapan jamaah. Sejumlah pejabat daerah juga hadir, mulai dari pimpinan DPRD Sumut, Wakil Gubernur, unsur Forkopimda, hingga jajaran Pemprov Sumut.

Di balik doa-doa yang dipanjatkan, pesan yang mengemuka jelas: Sumut sedang berhadapan dengan dua pekerjaan rumah besar, yakni memulihkan luka bencana, sekaligus memutus mata rantai narkoba yang terus menggerus masyarakat.