Bulog Klaim Stok Aman, Harga Minyak Kita Justru Masih Tinggi di Pasaran

Headline, Nasional, News214 Dilihat

MEDAN, WasantaraPos.com — Di hadapan anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ade Jona Prasetyo dan M. Husni, Perum Bulog Sumatera Utara memastikan stok pangan daerah dalam kondisi aman.

Cadangan beras disebut mencapai 63 ribu ton atau cukup hingga lima bulan ke depan. Bulog juga melaporkan persediaan Minyak Kita mencapai 4,6 juta liter.

Namun di tengah klaim ketersediaan stok itu, harga Minyak Kita di sejumlah pasar tradisional masih bertahan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Di beberapa daerah di Sumatera Utara, minyak goreng subsidi tersebut masih dijual di kisaran Rp 17 ribu hingga Rp 19 ribu per liter, lebih tinggi dari HET pemerintah sebesar Rp 15.700.

READ  dr Indra Wahidin Dorong INTI Tampil Strategis, Gandeng Hashim Perkuat Kolaborasi Nasional

Kondisi itu memunculkan pertanyaan: mengapa harga tetap mahal ketika stok disebut melimpah?

Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab. Distribusi yang panjang membuat harga bertambah di tingkat pengecer. Pengawasan rantai distribusi juga dinilai belum optimal sehingga minyak subsidi kerap tidak sampai langsung ke konsumen sasaran.

Selain itu, pasokan Minyak Kita banyak terserap ke wilayah lain dan sektor usaha kecil seperti rumah makan dan industri rumahan. Akibatnya, stok di pasar tradisional cepat menipis sehingga pedagang menjual dengan harga lebih tinggi untuk menjaga keuntungan.

READ  Pantukhir di Pematangsiantar: 494 Calon Bintara Menunggu Putusan Terakhir

Dalam peninjauan gudang Bulog di Medan, Selasa, 5 Mei 2026, para legislator menekankan pentingnya pengawasan distribusi, bukan hanya memastikan stok tersedia di gudang.

“Perintah Presiden supaya tidak ada kekurangan stok di setiap wilayah Indonesia,” kata Ade Jona merujuk arahan Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Husni mengingatkan ancaman El Nino dapat memengaruhi stabilitas pangan dan harga kebutuhan pokok.

READ  Dapur yang Mendadak Sibuk: Rezeki Nomplok di Balik TMMD 128

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan distribusi pangan berjalan efektif agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat stok yang tersedia.