Dari Gubuk Rapuh ke Rumah Layak: Rumah Suzanna Disulap TMMD di Pasar Rawa

LANGKAT, WasantaraPos.com — Warna hijau mulai menutup dinding rumah Suzanna di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Cat itu masih basah, tapi cukup untuk menandai satu hal: rumah yang dulu nyaris tak layak huni kini hampir selesai diperbaiki.

Selasa, 5 Mei 2026, pengerjaan memasuki tahap pengecatan hingga fase akhir dari rehabilitasi rumah dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat.

Setelah struktur diperkuat dan bagian-bagian utama diperbaiki, sentuhan akhir ini menjadi penentu: apakah sebuah bangunan benar-benar bisa disebut rumah.

READ  Rezeki Nomplok di Balik Seragam Loreng: Kisah Dapur Ibu Siti Hajar di TMMD 128

Beberapa waktu lalu, kondisi rumah Suzanna jauh dari kata layak. Dinding rapuh, atap tak sepenuhnya melindungi. Kini, perlahan berubah. Bukan menjadi bangunan mewah, tetapi cukup untuk memberi rasa aman.

Di lokasi, anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD dan warga bekerja tanpa banyak jarak. Mereka mengecat bersama, bergantian memegang kuas, menyelesaikan apa yang tersisa. Gotong royong berjalan seperti refleks dan bukan sekadar bagian dari program.

READ  Saat Loreng Menanggalkan Peluh di Saf Depan

Komandan Satgas, Letkol Inf Medwin Sangkakala, menyebut pengerjaan berlangsung sesuai rencana. “Pengecatan bagian dalam dan luar agar rumah rapi dan siap dihuni,” katanya.

Namun cerita ini tidak berhenti pada satu rumah. Program TMMD selama ini memang identik dengan pembangunan fisik, mulai dari jalan, jembatan, hingga perbaikan rumah warga. Tapi di balik itu, selalu ada pertanyaan yang tersisa: berapa banyak rumah lain yang masih menunggu?

READ  Sentuhan Akhir Mushola Pasar Rawa: TMMD ke-128 Kebut Pekerjaan Detail

Rumah Suzanna mungkin hanya satu dari sekian banyak yang diperbaiki. Tetapi bagi penghuninya, perubahan ini bukan angka dalam laporan. Ia adalah perbedaan antara bertahan di tempat rapuh dan tinggal di ruang yang lebih layak.

Di Pasar Rawa, perubahan itu kini terlihat jelas. Tidak besar, tidak mencolok, tapi cukup untuk mengubah cara seseorang menjalani hari-harinya.