LANGKAT, WasantaraPos.com — Tak ada suara alat berat. Yang terdengar hanya gesekan alat di lantai keramik dan percakapan singkat di dalam mushola Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang. Di titik inilah, program TMMD ke-128 memasuki fase paling sunyi, yakni tahap akhir yang justru menentukan.
Seorang anggota kepolisian berjongkok di sudut ruangan, merapikan bagian bawah dinding. Tak jauh, dua prajurit TNI melakukan hal serupa. Mereka fokus pada garis-garis kecil di antara keramik hingga hal – hal detail yang mudah terlewat, tapi menentukan kenyamanan ruang.
Ember cat dan peralatan sederhana tersusun di lantai yang sudah tampak bersih. Tak ada kesan proyek besar. Yang ada justru kerja telaten, nyaris tanpa sorotan.
Padahal, beberapa waktu lalu, mushola ini berada dalam kondisi kurang layak. Atap bocor dan bagian dalam yang mulai rusak membuat aktivitas ibadah tak lagi nyaman. Kini, wajahnya berubah, lebih terang, lebih rapi.
TMMD tak berhenti di pembangunan kasar. Di tahap ini, yang dikerjakan adalah hal-hal kecil: merapikan sudut, membersihkan sisa material, memastikan setiap bagian layak digunakan.
Pasiter Kodim 0203/Langkat Kapten Infanteri Supriadi menyebut pekerjaan ini sebagai bagian penting dari keseluruhan proses. “Kami ingin hasilnya benar-benar bisa dimanfaatkan warga dengan baik,” ujarnya.
Di dalam mushola itu, tak tampak jarak antara aparat dan warga. Semua bekerja dalam ritme yang sama, yakni menyelesaikan apa yang tersisa.
Hasilnya mungkin sederhana: lantai bersih, sudut rapi, ruang ibadah yang nyaman. Tapi justru dari detail-detail kecil itulah, makna pembangunan terasa lebih nyata.






