Di Balik Gemuruh Kanon 105 MM di Pancur Lautimah

MEDAN, WasantaraPos.com – Suara ledakan menggelegar memecah kesunyian daerah latihan Pancur Lautimah, Medan, pada Sabtu siang, 11 Juli 2026. Bukan sekadar latihan rutin, pagi itu Batalyon Kavaleri (Yonkav) 6/Naga Karimata tengah menjalani Uji Siap Tempur (UST) tingkat Pleton.

Di tepian arena latihan, Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, berdiri mengamati dengan saksama.

​Mengenakan seragam lapangan lengkap, Hendy memantau setiap pergerakan prajurit. Ia ingin memastikan tak ada celah dalam kesiapan tempur satuan yang menjadi ujung tombak lapis baja Kodam I/Bukit Barisan tersebut.

READ  TMMD Ke-128 Kodim 0203/Langkat Percepat Pembangunan Infrastruktur Desa Pasar Rawa

“Latihan adalah cermin profesionalisme dan disiplin prajurit,” ujar perwira tinggi bintang dua itu di sela-sela peninjauan.

​Setibanya di lokasi, Hendy menerima laporan resmi dari Komandan Latihan yang juga menjabat sebagai Komandan Batalyon Kavaleri (Danyonkav) 6/NK, Letkol Kav Adzan Marjohan Nasution.

Di meja koordinasi, ia membedah paparan mekanisme latihan, terutama mengenai penguasaan persenjataan berat, yakni Kanon 105 MM.

​Tak puas hanya dengan laporan di atas kertas, Hendy turun langsung ke area penembakan. Di bawah terik matahari, ia menyaksikan bagaimana para kru tank berkoordinasi dalam formasi taktis.

READ  Canda Tawa di Pondok Reot Itu Menghangatkan TMMD di Langkat

Baginya, sinkronisasi antara personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) adalah syarat mutlak dalam pertempuran.

​”Laksanakan dengan sungguh-sungguh, tapi ingat, faktor keamanan adalah harga mati,” tutur Mayjen Hendy, tegas kepada para peserta UST.

​Pangdam menekankan bahwa profesionalisme prajurit tidak lahir dari latihan yang asal-asalan.

Menurut Hendy, setiap tahapan UST harus memenuhi standar prosedur yang ketat untuk meminimalisasi risiko di medan tugas sesungguhnya.

Mayjen Hendy menuntut kedisiplinan tinggi, karena bagi satuan kavaleri, kesalahan teknis sekecil apa pun di lapangan dapat berakibat fatal.

READ  Gotong Royong Menuntaskan Jembatan TMMD 128 di Pasar Rawa

​Hari itu, kunjungan diakhiri dengan kesan-pesan tertulis yang ia torehkan sebagai pengingat bagi satuan.

Meski sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata menjadi penutup acara, pesan Hendy soal “profesionalisme yang aman” masih membekas kuat bagi jajaran Yonkav 6/NK.

Bersama Asops Kasdam I/BB yang mendampinginya, Hendy meninggalkan lokasi, membawa catatan bahwa kesiapan tempur Kodam I/Bukit Barisan terus ditempa dalam presisi yang terjaga.