Di Pesisir Langkat, Prajurit TNI-Polri Menukar Rindu dengan Pengabdian

LANGKAT, WasantaraPos.com — Sudah lebih dari dua pekan para prajurit TNI dan personel Polri itu meninggalkan rumah dan keluarga mereka. Di Desa Pasar Rawa dan Desa Kelantan Luar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, hari-hari mereka kini dihabiskan bersama lumpur, semen, dan suara mesin pembangunan.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat, para personel turun langsung membangun jalan, jembatan, sumur bor, hingga rumah warga. Di kawasan pesisir yang selama ini dikenal minim infrastruktur itu, kehadiran mereka perlahan mengubah wajah desa.

Pagi hari di lokasi TMMD dimulai dengan kesibukan. Sebagian personel mengangkat material bangunan, sebagian lain mengecor jalan dan membangun jembatan. Warga ikut membantu tanpa diminta. Tidak ada jarak antara seragam loreng dan masyarakat.

READ  Plat Deker Dikebut di Gebang: Infrastruktur Kecil, Taruhan Besar Akses Desa

Di sana, prajurit tak hanya bekerja sebagai aparat negara. Mereka ikut membaur, makan bersama warga, bahkan membantu pekerjaan kecil di sekitar rumah masyarakat.

Program TMMD yang dimulai sejak 22 April 2026 itu merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yakni tugas TNI membantu pemerintah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hubungan TNI dan rakyat ibarat ikan dan air,” menjadi semangat yang terus hidup selama kegiatan berlangsung.

Salah satu pekerjaan utama ialah pelebaran dan pengerasan jalan sepanjang 1.500 meter yang menghubungkan Dusun I, II, dan III Desa Pasar Rawa. Jalan itu selama ini menjadi akses penting warga untuk membawa hasil kebun dan hasil tangkapan nelayan.

READ  Ketika Pasir dan Semen Ketemu Perekatnya di Pasar Rawa

Selain itu, Satgas TMMD juga membangun jembatan, membersihkan parit, membuat gorong-gorong, membangun sumur bor dan MCK, memperbaiki rumah tidak layak huni, hingga mendirikan pos kamling.

Di sela pembangunan fisik, penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kesehatan, hingga ketahanan pangan juga diberikan kepada masyarakat.

Bagi warga Pasar Rawa, pembangunan itu bukan sekadar proyek pemerintah. Mereka melihatnya sebagai tanda bahwa desa mereka mulai diperhatikan.

READ  Mahasiswa Tewas Dikeroyok 3 Pria, Hanya Garagara Tidur di Masjid Sibolga

Desa Pasar Rawa sendiri memiliki sejarah panjang. Kawasan itu pernah mengalami kerusakan mangrove akibat perambahan untuk bisnis arang pada 2004. Namun, warga kemudian bangkit dan memulihkan kawasan pesisir melalui kelompok tani hutan dan gerakan konservasi mangrove.

Kini, di tengah pembangunan TMMD, harapan baru tumbuh bersama jalan yang mulai terbuka dan jembatan yang perlahan berdiri.

Sementara itu, para prajurit masih terus bekerja hingga sore hari. Mereka menahan rindu kepada keluarga demi satu tujuan: memastikan pembangunan di pesisir Langkat benar-benar dirasakan masyarakat.