Dikejar Waktu, Jembatan TMMD 128 Nyaris Rampung: Peluh TNI-Polri dan Warga Tumpah di Pasar Rawa

LANGKAT, WasantaraPos.com — Cuaca Terik, membakar Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang. Di tengah debu dan suara adukan semen, personel TNI, Polri, dan warga bekerja tanpa jeda. Mereka mengejar satu target yakni menuntaskan jembatan TMMD ke-128 sebelum waktu habis.

Progresnya sudah di ujung. Jembatan permanen berukuran 6 meter x 4 meter itu kini mencapai 98 persen. Yang tersisa adalah tahap akhir, finishing struktur dan pembersihan aliran sungai di bawahnya.

Di lapangan, ritme kerja dipacu. Tak ada ruang melambat.

“Gotong royong jadi kunci. Dengan kebersamaan, pekerjaan bisa lebih cepat dari jadwal,” kata koordinator lapangan Satgas TMMD 128 Kodim 0203/Langkat.

READ  Negara Merebut Kembali 2,3 Juta Hektar Lahan, Presiden: Jangan Ada Lagi Kebocoran

Jembatan ini bukan proyek tunggal. Ia bagian dari rangkaian pekerjaan yang dikebut bersamaan: pengerasan jalan sepanjang 1,5 kilometer, normalisasi parit, hingga rehabilitasi rumah warga kurang mampu.

Namun, jembatan menjadi titik krusial. Selama ini, akses warga tersendat. Distribusi hasil kebun terhambat, mobilitas harian tak efisien. Infrastruktur yang terbatas menahan laju ekonomi desa.

READ  CATAT TANGGALNYA! Agenda Penting Dzulhijjah 1447 H / 2026 M

Dengan progres yang hampir tuntas, harapan itu mulai terbuka. Jembatan ini akan menjadi jalur penghubung—bukan hanya antarwilayah, tetapi juga antara kerja keras warga dan peluang ekonomi yang lebih luas.

TMMD di Pasar Rawa menunjukkan satu hal: pembangunan bukan sekadar soal beton dan ukuran. Ia tentang waktu yang dikejar, tenaga yang dikuras, dan harapan yang dipertaruhkan di atas struktur yang nyaris selesai.