Dua Hari Menuju Peluit Akhir di Pasar Rawa

​Lapangan sepak bola Desa Pasar Rawa mendadak sibuk. Satgas TMMD dan warga bergotong-royong memotong rumput dan bersolek, bersiap menyambut kedatangan Pangdam I/BB di penghujung pengabdian.

LANGKAT, WasantaraPos.com – DI LAPANGAN sepak bola Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, aroma rumput basah yang baru dipotong menguar di udara pesisir.

Suara bising mesin pemotong rumput bersahut-sahutan dengan tawa renyah warga dan prajurit yang sedang menyapu sampah.

Dua hari lagi, seluruh rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat akan resmi ditutup.

​Selasa, 19 Mei 2026, menjadi hari yang sibuk. Di bawah terik matahari Langkat, sisa-sisa peluh pengabdian tidak lantas mengendur.

Sebaliknya, tensi kerja justru dinaikkan demi sebuah penyambutan yang paripurna.

READ  Deru Bomag Penantang Amblas Desa Pasar Rawa

Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, dijadwalkan hadir langsung untuk menutup operasi kemanunggalan ini.

​”Kami ingin memastikan semua sudut rapi dan nyaman. Kesiapan lokasi ini krusial karena penutupan nanti akan mempertemukan seluruh unsur: TNI, pemerintah daerah, dan pemilik sah program ini, yaitu masyarakat,” ujar Komandan SSK, Letda Inf M. Rezky, di sela-sela aktivitas lapangan.

​Bukan hanya lapangan hijau yang bersolek. Beberapa kilometer dari sana, sebuah rumah panggung yang baru selesai direnovasi juga tengah dipoles hingga bersih.

READ  Aklamasi, dr Indra Wahidin Resmi Pimpin Perhimpunan INTI, Gantikan Teddy Sugianto

Itu adalah rumah Ibu Rida, salah satu sasaran fisik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang pengerjaannya menguras emosi dan tenaga Satgas selama sebulan terakhir.

Rumah yang dulunya rapuh itu kini berdiri kokoh, siap ditinjau langsung oleh jenderal bintang dua bersama rombongan.

​Gotong royong di hari-hari terakhir ini seperti menegaskan kembali apa yang sebenarnya dibangun di Pasar Rawa.

Di atas lapangan yang bersih dan di antara dinding rumah Ibu Rida yang baru, yang sedang dirapikan bukan sekadar fisik ruang, melainkan sebuah ikatan emosional yang sebentar lagi harus menghadapi perpisahan.

READ  Skenario Mengeringkan Genangan Menahun

​Dua hari lagi, tenda-tenda upacara akan berdiri, protokol militer akan mengambil alih lapangan, dan marching band mungkin akan bergemuruh.

Namun bagi warga Gebang, memori tentang para serdadu yang memegang sapu lidi dan pemotong rumput di hari Selasa ini akan bertahan jauh lebih lama setelah pasukan ditarik kembali ke barak.