Gula Pasir Mendadak Raib dari Ritel Modern Medan

Ekonomi, Headline, Medan112 Dilihat

MEDAN, WasantaraPos.com — Setelah minyak goreng mahal, kini warga Medan mulai dipaksa menghadapi persoalan baru: gula pasir perlahan menghilang dari rak-rak ritel modern.

Di sejumlah gerai minimarket di pusat Kota Medan, rak yang biasanya dipenuhi gula kemasan kini kosong melompong. Sebagian bahkan sudah diganti dengan tumpukan tepung dan produk lain—seolah menutupi barang yang diam-diam lenyap dari pasaran.

Kelangkaan itu disebut bukan terjadi sehari dua hari.

Sebut Dian, petugas ritel modern di Medan, mengatakan stok gula pasir sudah kosong hampir sebulan terakhir. Menurut dia, pasokan dari gudang mulai seret dan berdampak langsung ke toko-toko retail.

READ  MCK Dikebut di Hari Keenam TMMD, Sanitasi Desa Didorong dari Dasar

“Gula sudah kosong hampir tiga minggu, mau sebulan. Biasanya ada kiriman sampai 10 karton, sekarang tidak ada,” katanya, Rabu.

Ia mengaku tidak mendapat penjelasan pasti dari manajemen soal penyebab menipisnya stok. Namun informasi yang beredar di tingkat distributor menyebut kelangkaan juga mulai terasa di agen hingga grosiran.

“Katanya memang lagi susah di mana-mana,” ujarnya.

READ  Gubernur Riau Abdul Wahid Terjaring OTT KPK

Situasi itu membuat konsumen mulai resah.

Mai, salah seorang pembeli, tampak kecewa saat mendapati rak gula di minimarket kosong total. Ia hanya bisa memandangi deretan rak yang kini diisi tepung berbagai merek.

“Heran ya, kok bisa kosong,” katanya singkat.

Fenomena langkanya gula pasir muncul di tengah harga yang terus merangkak naik. Di sejumlah pasar tradisional Medan, harga gula pasir sebelumnya sudah menembus Rp19 ribu per kilogram.

Kini persoalannya bukan lagi sekadar mahal. Barangnya justru mulai sulit ditemukan.

Kelangkaan gula di ritel modern memunculkan pertanyaan baru soal rantai distribusi bahan pokok di Sumatera Utara. Setelah Minyakita dijual di atas HET, kini gula pasir ikut menghilang dari etalase.

Di pasar, warga mulai akrab dengan dua kenyataan yang terus berulang: stok disebut aman, tetapi barang makin susah dicari.