Inspeksi Mendadak Pangdam Hendy: Menagih Profesionalisme di Balik Dinding Putri Hijau

MEDAN, WasantaraPos.com – Di lorong-lorong Rumah Sakit Tk II Putri Hijau, Medan, Selasa siang itu, suasana mendadak senyap. Langkah kaki Pangdam I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, memecah kesibukan rutin rumah sakit. Ia datang bukan untuk formalitas, melainkan untuk memastikan denyut pelayanan kesehatan di jantung militer Sumatera Utara ini tetap prima.

​Kunjungan Hendy dimulai dengan laporan formal Kepala Rumah Sakit Tk II Putri Hijau, Kolonel CKM dr. Ridwan Dwi Saputro, Sp.B(K) Onk. Di hadapan para tenaga kesehatan dan personel Kesdam I/BB yang menyambutnya, Pangdam melontarkan pesan yang lugas. Baginya, profesionalisme bukan sekadar label, melainkan sebuah pertaruhan kredibilitas institusi.

“Berikan pelayanan yang humanis dan utamakan keselamatan pasien,” tegas Hendy, menggarisbawahi komitmen rumah sakit tersebut sebagai garda pengabdian bagi prajurit dan masyarakat sipil.

​Bagi Hendy, standar rumah sakit tak cukup hanya tertera di atas kertas. Selepas memberikan pengarahan, ia memilih turun langsung ke lapangan. Ia menyisir sudut-sudut krusial: dari ruang staf, fasilitas rawat inap, hingga menilik kesiapan alat di Instalasi Radiologi dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

READ  Dikejar Terik, Finishing Jembatan TMMD Pasar Rawa Digeber

Di sana, ia memantau langsung apakah alur pelayanan bekerja efektif atau sekadar administratif.

​Di sela peninjauan itu, Hendy sempat singgah di ruang perawatan. Ia menyapa para prajurit TNI AD dan keluarganya yang tengah berjuang memulihkan kesehatan.

Lewat pemberian tali asih, ada pesan simbolis yang ingin ia sampaikan: bahwa kesejahteraan dan kesehatan prajurit adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

READ  Di Bukit Sidiangkat, Pangdam Hendy Mengasah "Taring" Baru Gaja Dompak

​Kunjungan kerja itu ditutup dengan goresan tinta di buku kesan dan pesan, diikuti foto bersama di lobi rumah sakit. Dengan didampingi sejumlah petinggi, mulai dari Asops Kasdam I/BB, Aspers Kasdam I/BB, dan Kakesdam I/BB.

Mayjen Hendy meninggalkan lokasi dengan pesan tersirat yang kuat: bahwa pelayanan di Putri Hijau harus melampaui sekadar prosedural dan benar-benar menyentuh kebutuhan pasien.