Jembatan “Merah Putih” di Langkat: Saat TNI Turun Tangan Membelah Keterisoliran

Headline138 Dilihat

LANGKAT, WasantaraPos.com – Di bawah terik matahari Kamis (2/7/2026), sebuah jembatan beton sepanjang delapan meter berdiri tegak di Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat. Bukan sekadar beton biasa; jembatan ini menjadi “nadi” baru yang menghubungkan Desa Perkebunan Tambunan, Desa Pamah Tambunan, dan Desa Ujung Bandar.

​Proyek ini rampung seratus persen, sebuah capaian yang dipandang sebagai buah dari kolaborasi “gotong royong” antara personel Koramil 05/Salapian, Kodim 0203/Langkat, dan warga setempat. Pengecoran hingga sentuhan akhir ornamen merah putih pada pagar pengaman seolah menegaskan narasi yang dibawa: sinergi antara TNI dan rakyat.

READ  Senyum Pecah di Ujung Renovasi: Lima Rumah Reyot Disulap, Harapan Ikut Dibangun

​Pembangunan ini bukan sekadar urusan semen dan besi. Secara politis, inisiatif tersebut menjadi perpanjangan tangan dari agenda besar Presiden Prabowo Subianto yang sejak awal menekankan pentingnya penetrasi infrastruktur hingga ke pelosok desa. Tujuannya satu: memangkas ketimpangan akses.

​”Ini wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Kapendam I/BB, Kolonel Inf Sandy. Baginya, keterlibatan personel berseragam loreng di lapangan bukan lagi sekadar soal pertahanan, melainkan pengabdian untuk mendongkrak ekonomi warga, mulai dari mobilitas pendidikan hingga jalur distribusi hasil perkebunan.

READ  Jumat Berkah yang Menggetarkan! LSM Gempur Medan Buktikan Bahwa Kemanusiaan Masih Ada

​Kini, bagi warga di tiga desa tersebut, jembatan ini bukan lagi sekadar jalur penyeberangan. Ia adalah akses yang dijanjikan untuk memperbaiki nasib ekonomi, sekaligus simbol kehadiran negara yang dibawa langsung ke depan pintu rumah warga oleh tangan-tangan tentara di lapangan.