JAKARTA, WasantaraPos.com — Bagi pemilik kendaraan bermesin pemantik kompresi, bersiaplah merogoh kocek lebih dalam saat mengantre di SPBU per Senin, 18 Mei 2026.
Gelombang penyesuaian harga kembali melanda lini bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di tanah air.
Menariknya, alih-alih menyasar kendaraan pribadi berbahan bakar bensin biasa, “badai” kali ini justru menghantam telak dapur pacu peminum solar berspesifikasi tinggi.
Kebijakan ini diawali oleh PT Pertamina (Persero) yang menggetok martil penyesuaian harga sejak 4 Mei lalu.
Produk diesel unggulan mereka, Pertamina Dex, kini bertengger di angka Rp 27.900 per liter—melompat signifikan dari harga sebelumnya yang berada di level Rp 23.900.
Saudara mudanya, Dexlite, mengekor dengan kenaikan yang tak kalah menguras dompet, yakni menjadi Rp 26.000 per liter.
Namun, kejutan terbesar yang kian membebani kantong konsumen justru datang dari operator swasta.
Shell Indonesia, setelah beberapa bulan tiarap dan absen menyediakan bahan bakar diesel ramah lingkungan, per 11 Mei kembali mengaspal.
”Terima kasih sudah menanti. Shell V-Power Diesel mulai tersedia kembali secara bertahap,” tulis manajemen Shell lewat akun resmi Instagram mereka.
Kembalinya sang raksasa kuning langsung disambut dengan angka psikologis baru yang mencengangkan: Rp 30.890 per liter, kembar identik dengan harga Diesel Primus milik sejawatnya, SPBU VIVO.
Di sisi lain, SPBU BP mencoba sedikit meredam gejolak dengan memotong harga BP Ultimate Diesel mereka ke angka Rp 29.890 per liter, setelah sempat menyentuh kepala tiga di awal Mei.
Oase Tipis di Lini Bensin
Di tengah melesatnya biaya operasional mesin-mesin diesel modern, para komuter perkotaan pengguna kendaraan bensin setidaknya masih bisa sedikit bernapas lega.
Untuk varian bensin dengan angka oktan (RON) 92 ke bawah, pertempuran harga antar-operator justru mengunci angka di batas aman.
Pertamax milik Pertamina bergeming di angka Rp 12.300 per liter. Sementara itu, dua rival terdekatnya, BP 92 dan Revvo 92 milik VIVO, saling mengunci harga di angka Rp 12.390 per liter—hanya selisih tipis semangkuk kerupuk.
Pun demikian dengan BBM sejuta umat, Pertalite, yang harganya dipaku pemerintah di angka Rp 10.000 per liter bersama Solar subsidi di angka Rp 6.800 per liter.
Sinyalemen meroketnya harga kelompok diesel ini seakan menegaskan satu hal: fluktuasi harga minyak mentah dunia dan penguatan nilai tukar dolar masih menjadi hantu yang nyata bagi korporasi penyalur energi.
Bagi konsumen, papan angka digital di gerbang SPBU kini bukan lagi sekadar penunjuk harga, melainkan alarm mingguan yang memaksa mereka pintar-pintar mengatur ulang pos pengeluaran agar dapur rumah tangga tak ikut terganggu oleh urusan dapur pacu.
Rangkuman Tarif di Papan SPBU (Per 18 Mei 2026):
Pertamina
Solar Subsidi: Rp 6.800
Pertalite: Rp 10.000
Pertamax: Rp 12.300
Pertamax Turbo: Rp 19.900
Dexlite: Rp 26.000
Pertamina Dex: Rp 27.900
BP-AKR
BP 92: Rp 12.390
BP Ultimate Diesel: Rp 29.890
VIVO
Revvo 92: Rp 12.390
Diesel Primus: Rp 30.890
Shell
Shell V-Power Diesel: Rp 30.890












