Ketika Azan Datang, Prajurit TMMD di Pasar Rawa Tinggalkan Proyek dan Menuju Masjid

LANGKAT, WasantaraPos.com — Siang itu debu masih beterbangan di lokasi TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Suara mesin molen bercampur dengan denting cangkul dan teriakan komando personel Satgas yang sedang mengejar pengerjaan jalan desa.

Lalu azan berkumandang.

Aktivitas yang sejak pagi tak berhenti mendadak melambat. Prajurit TNI yang beberapa menit sebelumnya sibuk mengangkut material dan meratakan badan jalan perlahan meletakkan peralatan kerja. Sebagian membersihkan tangan dan wajah seadanya, lalu berjalan menuju masjid desa.

READ  Gula Pasir Mendadak Raib dari Ritel Modern Medan

Tak ada aba-aba khusus. Mereka seperti sudah memahami ritme itu: ketika waktu Sholat tiba, pekerjaan dihentikan sejenak.

Di masjid sederhana Desa Pasar Rawa, seragam loreng bercampur dengan sarung warga desa.

Prajurit dan masyarakat berdiri di saf yang sama, menunaikan Sholat Zuhur, Ashar, Magrib, hingga Isya berjamaah selama pelaksanaan TMMD berlangsung.

Pemandangan itu menjadi sisi lain dari program pembangunan desa yang selama ini identik dengan alat berat, jalan rusak, dan pengecoran jembatan. Di sela target pembangunan fisik, para personel Satgas tetap menjaga rutinitas ibadah bersama warga.

READ  Menembus Batas, Satgas TMMD 128 Langkat Bangun Infrastruktur dan Harapan Warga Pesisir

Dan SSK TMMD ke-128 Letda Inf M. Rezky mengatakan kebersamaan dalam ibadah menjadi bagian penting untuk menjaga semangat kekeluargaan selama penugasan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan kekeluargaan tetap terjaga sehingga seluruh rangkaian program TMMD dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rezky.

Bagi warga Pasar Rawa, kedekatan itu terasa sederhana tetapi membekas.

READ  Empat Tewas di Tol Kuala Namu, Bus Halmahera Terbalik setelah Hindari L300 Bermuatan Ayam

Mereka melihat prajurit bukan hanya datang membawa pembangunan, melainkan juga ikut hidup dalam keseharian desa, mulai dari makan bersama, bekerja bersama, hingga bersujud bersama di masjid yang sama.

TMMD di Pasar Rawa akhirnya bukan sekadar cerita tentang jalan yang diperkeras atau jembatan yang dibangun.

Di tengah lumpur proyek dan target penyelesaian pekerjaan, ada hal lain yang tetap dijaga para prajurit: berhenti kerja ketika azan datang.