Ketukan Pintu di Pinggir Mangrove: Kisah ‘Tabib Loreng’ TMMD Langkat Menembus Batas Merawat Warga

LANGKAT, WasantaraPos.com – Langkah kaki Serka TJP Marbun dan Serka Adi Ervanus memecah kesunyian jalan setapak di pinggiran hutan mangrove Desa Pasar Rawa.

Dua prajurit ini biasa karib dengan senapan dan disiplin baris-berbaris. Namun hari-hari ini, di pesisir Kabupaten Langkat, jemari mereka justru lebih akrab dengan stetoskop, alat pengukur tensi, dan botol-botol obat.

​Mereka adalah bagian dari Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128. Di desa ini, warga menjuluki mereka dengan sebutan penuh rasa hormat: “Tabib Loreng”.

​Tugas mereka sederhana namun sarat empati, yaitu menjadi penyambung nyawa bagi warga yang fisiknya digerogoti penyakit namun terisolasi dari fasilitas medis perkotaan.

READ  Warga Gebang Merapat! Besok Ada Pengobatan Gratis, Pasar Murah, hingga Hiburan Rakyat di Lapangan Desa Pasar Rawa

​Setiap ketukan di pintu rumah panggung kayu milik warga adalah awal dari sebuah senyuman baru.

Mulai dari keluhan sakit kepala Muriafi yang mengganggu aktivitas harian, hingga demam tinggi yang sempat membuat cemas bocah bernama Indah, semua diredakan oleh kesigapan tangan dingin para prajurit ini.

​”Prinsipnya, pelayanan harus menjangkau masyarakat. Kami tidak menunggu keluhan datang ke posko, tapi kami yang menjemput bola, mengetuk pintu-pintu rumah mereka,” ujar salah satu tentara dengan peluh yang bercucuran di pelipisnya.

​Bakti Tanpa Batas di Sabtu Pagi

​Semangat itu tidak luntur meski kalender menunjukkan akhir pekan. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, tim kesehatan Satgas TMMD kembali bergerak menyusuri sudut-sudut Desa Pasar Rawa. Hari itu, dua pasang mata lansia menatap mereka penuh harap.

READ  Srawung di Meja Kopi: Cara Tentara Merawat Nadi Kehidupan di Langkat

​Berikut adalah catatan medis perjuangan sang “Tabib Loreng” hari ini:

​Menjinakkan Hipertensi Pak Ramli (68 Th): Di usianya yang senja, Pak Ramli kerap didera pusing hebat.

Setelah diperiksa teliti, ia didiagnosis mengidap Hipertensi. Tim medis langsung memberikan terapi Amlodipine Besilate 5 mg serta membisikkan edukasi hangat agar sang kakek menjaga pola makannya.

​Meredakan Derita Kulit Mak Ruqiah (55 Th): Di sudut rumah lain, Mak Ruqiah harus menahan perih dan gatal akibat Alergi kulit yang menyiksa.

READ  Bukan Sekadar Semen dan Pasir, 'Diplomasi Meja Kopi' Jadi Senjata Ampuh Satgas TMMD 128 di Langkat

Dengan telaten, personel Satgas memberikan kombinasi pengobatan: Miconazole salep untuk diusapkan pada luka luar, dan tablet Cetirizine untuk meredam reaksi alergi dari dalam tubuhnya.

​Bagi masyarakat Pasar Rawa, kehadiran TNI bukan lagi soal penjagaan teritorial, melainkan hadirnya sosok pelindung di kala raga mereka melemah.

Di tangan para prajurit Satgas TMMD Langkat, sebutir obat yang diberikan bukan sekadar penyembuh penyakit fisik, melainkan perekat batin yang mengukuhkan filosofi lama: TNI Manunggal Membangun Desa, Bersama Rakyat TNI Kuat.