Loreng Menanam Harapan di Sungai Batang Serangan

Padang Tualang, Langkat – Di tepian Sungai Batang Serangan, Senin, 29 Juni 2026, warna loreng tak lagi tampak asing atau kaku.

Di bawah terik matahari, jajaran prajurit Kodim 0203/Langkat melepas sejenak atribut tempurnya untuk berganti dengan tugas yang jauh lebih lunak namun krusial: menjaga bumi agar tidak hanyut dibawa arus.

​Komandan Kodim 0203/Langkat, Letkol Inf Medwin Sangkakala, memimpin langsung operasi penanaman 300 bibit pohon di Dusun Rakyat Rejo, Desa Suka Ramai. Ini bukan sekadar seremonial hijau.

READ  Mushola Tak Muat, TMMD 128 Alihkan Kelas Ngaji ke Tenda

Di tangan para prajurit dan warga, bibit durian, jambu, alpukat, dan cempedak ditanam sebagai “pertahanan hidup” di sepanjang tanggul yang terancam erosi.

​”Kita tidak sedang menanam pohon, kita sedang membangun tembok pelindung,” ujar seorang perwira di lapangan.

​Pilihan pada tanaman buah-buahan ini menyiratkan strategi jangka panjang. Akar-akarnya dirancang untuk mengunci struktur tanah tanggul, sementara buahnya kelak menjadi warisan ekonomi bagi warga di sekitar bantaran.

READ  Sepekan Berjalan, Satgas dan Warga Kebut Rehab Dua MCK di Rumah Wahyudi

Sinergi di lapangan berjalan cair, sebuah pemandangan yang jarang terlihat di tengah birokrasi yang sering kali kaku. Mulai dari kepolisian, perangkat desa, hingga perwakilan PTPN IV REG 2, semuanya melebur dalam satu barisan bersama warga.

​Tepat pukul 10.00 WIB, ketika bibit terakhir tertanam, misi ini pun tuntas. Tidak ada pidato panjang yang memekakkan telinga. Yang tersisa hanyalah deretan tunas yang baru berpijak, menantang waktu untuk tumbuh menjadi penyelamat bagi tanah yang selama ini rapuh digerus sungai.

READ  Dari Rumah ke Sel Tahanan: Istri dan Anak Ko Erwin Terseret Jejak Uang Narkoba

​Di Batang Serangan, para “penjaga” itu akhirnya membuktikan: bahwa senjata terkuat untuk melawan bencana terkadang bukanlah beton, melainkan akar yang menghujam ke bumi.