Loreng Menembus Tanah Demi Air Bersih Untuk Warga Langkat

LANGKAT, WasantaraPos.com — Di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, suara mesin bor menjadi penanda perubahan yang pelan tapi nyata. Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat membangun lima titik sumur air bersih untuk warga, Kamis, 7 Mei 2026.

Di wilayah ini, air bersih bukan sekadar fasilitas. Ia masih menjadi persoalan harian, dicari, ditunggu, dan sering kali tak pasti. Karena itu, sumur bor menjadi salah satu sasaran yang dikebut dalam program TMMD tahun ini.

READ  Tentara Percepat Akses Air Bersih di Gebang

Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat, Letkol Inf Medwin Sangkakala, menyebut pembangunan dilakukan untuk menjawab kebutuhan dasar warga.

“Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Kami percepat pengerjaan agar segera bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Dari lima titik yang dikerjakan, sebagian sudah rampung dan mulai mengalirkan air untuk warga. Sisanya masih dalam tahap penyelesaian di lapangan.

Program ini merupakan bagian dari TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) yang digagas Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Program ini menyasar daerah-daerah yang masih kesulitan akses air bersih, dengan hasil yang sudah dirasakan di berbagai wilayah Indonesia.

READ  Enam Meter yang Menggerakkan Desa: Jembatan TMMD 128 Siap Ubah Arah Ekonomi Pasar Rawa

Di lapangan, pengerjaan sumur bor bukan tanpa hambatan. Kondisi tanah, cuaca, hingga akses lokasi membuat pekerjaan harus dilakukan lebih hati-hati. Namun Satgas TMMD tetap melanjutkan pekerjaan tanpa jeda berarti.

Bagi warga, sumur bor ini lebih dari sekadar proyek. Ia adalah jawaban atas kesulitan yang sudah berlangsung lama, terutama saat musim kemarau.

READ  TNI AD Rancang Transformasi Modern: Dari Kecerdasan Buatan hingga Ekonomi Global

“Kalau kemarau, kami susah air. Sekarang sudah mulai terbantu,” kata Marlina, warga setempat.

Selain sumur bor, TMMD ke-128 di Langkat juga mengerjakan jalan, jembatan, dan rehabilitasi rumah tidak layak huni. Semua berjalan dalam satu tarikan napas: membuka akses dasar di desa-desa yang selama ini tertinggal infrastruktur.

Di Gebang, loreng tidak hanya menggali tanah. Mereka sedang membuka aliran kehidupan yang selama ini tersendat di permukaan.