Malam Gerimis di Kebun Bunga: Saat Spanyol Menghentak Medan dan Kemanunggalan TNI di Panggung Nonton Bareng

Headline, Sport72 Dilihat

MEDAN, wasantarapos.com— Gerimis yang turun di kawasan Urban Community Park, Kebun Bunga, Jalan Candi Borobudur, Senin dini hari (20/7/2026), tidak kuasa melunturkan antusiasme ribuan warga Kota Medan. Di tengah dinginnya malam, mereka tumpah ruah demi satu tujuan: menyaksikan babak pemungkas Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina.

​Di antara kerumunan penonton yang memadati sudut-sudut taman, tampak Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo duduk berdampingan dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Kehadiran para petinggi daerah—termasuk Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman dan Komandan Batalyon Parako 463 Pasgat Letkol Pas Jhon H. Siregar—mencairkan batas formalitas birokrasi, melebur bersama sorak-sorai masyarakat.

READ  Jenderal Trail di Tengah Debu Gebang

​Suasana kian bergemuruh tatkala babak pertama berakhir kacamata alias 0-0. Memanfaatkan waktu turun minum, Rico Waas mengambil alih panggung untuk memandu kuis interaktif. Gelak tawa pecah ketika sejumlah warga berebut menjawab pertanyaan seputar nama klub kebanggaan PSMS, jumlah kecamatan di Medan, hingga nama lengkap sang Wali Kota. Tiga penonton beruntung pulang membawa hadiah langsung, disambut riuh tepuk tangan penonton.

​Ketegangan di lapangan hijau akhirnya terjawab pada babak perpanjangan waktu. Gol tunggal dari kaki Ferran Torres memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi La Roja atas sang juara bertahan, Argentina. Spanyol resmi mengukuhkan diri sebagai Juara Dunia 2026—mengulang kejayaan manis mereka di Afrika Selatan enam belas tahun silam.

READ  Diganjar Kerja Keras Tanpa Libur, 5 Unit Rumah RTLH TMMD 128 Pasar Rawa Rampung 100 Persen

​Bagi Wali Kota Rico Waas, laga final dini hari itu menyuguhkan tontonan kelas atas dengan determinasi tinggi dari kedua kubu. “Sejak awal hingga waktu tambahan, kedua tim bermain sangat ketat dan menunjukkan semangat juang yang luar biasa,” ujar Rico, yang sejak awal memprediksi kemenangan tipis 1-0 untuk Spanyol.

​Di sisi lain, Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha mencatat ada esensi yang jauh lebih penting dari sekadar skor akhir di papan skor: persatuan. Menurutnya, demam Piala Dunia yang digagas lewat “Nobar Semarak Bola Gembira” ini menjadi momentum strategis merawat Kemanunggalan TNI dengan rakyat.

​”Nilai utama sepak bola bukan sekadar kemenangan, melainkan sportivitas dan kebersamaan,” ucap Delli.

READ  Jembatan Aramco 8 Meter Rampung: Gebrakan Loreng Beri Napas Baru bagi Warga Bukit Melintang

​Kemeriahan serupa ternyata tidak hanya berpusat di Kebun Bunga. Berdasarkan data Kodim 0201/Medan, euforia nobar ini serentak dihelat di 14 titik berbeda—mulai dari kafe-kafe sudut kota hingga warkop sederhana di tingkat koramil. Tercatat total 4.342 penonton, yang terdiri dari 325 personel TNI dan 4.017 warga sipil, larut dalam satu irama kegemparan bola bundar.

​Dari Warkop Agam di Menteng hingga sudut Percut Sei Tuan, bola telah menyatukan warga Medan. Di bawah langit malam yang basah, sepak bola kembali membuktikan daya usungnya: merajut kebersamaan, menepis jarak, dan merayakan kegembiraan bersama.