TAPANULI UTARA, WasantaraPos.com – Langit Silangit, Senin pagi, 8 Juni 2026, menjadi saksi mobilitas tinggi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Tiba di Bandara DTB Silangit, Tapanuli Utara.
Jenderal Maruli tidak disambut dengan protokoler yang kaku. Meski buket bunga dan tarian adat Batak Toba menyapa kehadirannya dan sang istri, Uli Simanjuntak, sang Jenderal tampak lebih fokus pada agenda yang menunggu di balik ruang transit VIP.
Bagi Maruli, kunjungan ke wilayah Korem 023/Kawal Samudera kali ini bukan sekadar perjalanan dinas untuk meninjau pasukan. Ia membawa misi konkret yang menyentuh urat nadi masyarakat pelosok Sumatera Utara.
Tak membuang waktu, helikopter segera menderu, membawa rombongan membelah udara menuju Biara San Damiano, di Aek Tolang, Pandan.
Di sana, Maruli turun tangan memastikan proyek pipanisasi dan reboisasi berjalan sesuai target. Di tangan Maruli, isu air bersih bukan lagi sekadar wacana, melainkan program strategis yang ia kawal hingga ke ceruk-ceruk terdalam.
Langkah Maruli berlanjut ke Desa Lubuk Ampolu, Badiri. Di titik inilah, ia meresmikan Jembatan Modular Tipe 2-1. Bagi warga setempat, jembatan ini lebih dari sekadar beton dan baja; ini adalah pemutus isolasi yang selama ini menghambat mobilitas ekonomi desa.
Kehadiran Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, hingga jajaran Dandim di lokasi, menunjukkan bahwa proyek ini adalah prioritas satu komando.
Di bawah terik matahari Tapanuli, kunjungan Maruli menegaskan gaya kepemimpinan “jemput bola”, di mana seragam militer tidak hanya identik dengan senjata, tapi juga dengan pipa air dan bentang jembatan yang menyambungkan harapan warga.
Seolah ingin memberi pesan bahwa kehadiran Angkatan Darat haruslah terasa manfaatnya hingga ke akar rumput, Maruli menuntaskan agendanya dengan catatan solid: infrastruktur desa adalah pertahanan bangsa yang paling nyata.






