Napak Tilas di Pusara Pahlawan, Kodam I/Bukit Barisan Menatap Usia ke-76

MEDAN, WasantaraPos.com – Di bawah langit Medan yang mulai cerah, Senin pagi, 22 Juni 2026, iring-iringan kendaraan dinas membelah Jalan SM Raja. Tujuan mereka satu: Taman Makam Pahlawan (TMP). Di sana, di tengah deretan batu nisan yang membisu, jajaran petinggi Kodam I/Bukit Barisan berkumpul dalam hening yang pekat.

​Hari itu, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kodam I/BB, institusi militer tersebut tidak merayakannya dengan keriuhan pesta. Mereka justru memilih untuk “pulang” sejenak ke masa lalu, menundukkan kepala di hadapan para pendahulu yang telah lebih dulu gugur demi kedaulatan republik.

READ  Jenderal Trail di Tengah Debu Gebang

Kepala Staf ​Kodam I/BB, Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya, memimpin langsung prosesi ziarah rombongan. Di sampingnya, tampak sejumlah pejabat teras, termasuk Dandim 0201/Medan, Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, yang hadir bersama Ketua Persit KCK Cab XI Dim 0201/Medan.

​Menjaga Api Perjuangan

​Upacara berlangsung singkat namun sarat makna. Dentuman suasana yang khidmat pecah saat penghormatan kepada arwah pahlawan dilantunkan. Di depan tugu makam pahlawan, Brigjen Deki meletakkan karangan bunga, sebuah simbol dedikasi bahwa pengorbanan di masa lalu tidak pernah luput dari ingatan.

​Bagi Kodam I/BB, ziarah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi tahunan. Di usia ke-76, ini adalah momentum refleksi. Di tengah tantangan zaman yang kian dinamis, institusi ini seolah diingatkan kembali pada akar perjuangannya: integritas yang diuji oleh sejarah.

READ  Menjemput Martabat dari Pancuran Air Pasar Rawa

​Hadir pula deretan perwira menengah ahli, di antaranya Kolonel Arm Erick Christian Simanjuntak hingga Kolonel Inf Victor Tampubolon, yang turut mengikuti prosesi tabur bunga dari satu pusara ke pusara lainnya. Kelopak mawar yang dijatuhkan di atas tanah makam menjadi penutup rangkaian acara pagi itu.

​Sinergi dalam Persatuan

​Ziarah ini menjadi potret kecil soliditas di lingkungan Kodam I/BB. Tidak hanya perwira menengah, seluruh personel TNI, PNS, hingga anggota Persit KCK turut terlibat dalam barisan yang rapi.

READ  Membakar Semangat di Tanah Toba: Kunjungan Pangdam I/BB ke Kipan-A Yonif 125/SMB

​Di usia yang tidak lagi muda, Kodam I/BB tampaknya ingin menunjukkan bahwa kekuatan mereka tidak hanya terletak pada alutsista atau strategi pertahanan, melainkan pada kemampuan untuk terus menghidupkan semangat juang para pahlawan dalam setiap detak pengabdian prajuritnya.

​Ketika iring-iringan kendaraan meninggalkan kompleks TMP, suasana kembali tenang. Namun, pesan dari Jalan SM Raja pagi itu jelas: bahwa tujuh dekade lebih telah berlalu, namun napas perjuangan tetap harus terjaga di tangan mereka yang kini berseragam.