Pengurus Baru INTI Mulai Bergerak, Indra Wahidin Siapkan Peta Jalan Kebangsaan

Headline, INTI, Nasional36 Dilihat

JAKARTA, WasantaraPos.com — Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) mulai menata arah baru organisasi. Dalam rapat perdana Pengurus Pusat INTI periode 2026–2030 di MGK Kemayoran Tower B, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Ketua Umum INTI dr. Indra Wahidin langsung mengirim pesan tegas: organisasi harus lebih solid, inklusif, dan aktif mengambil peran di ruang kebangsaan.

Rapat itu bukan sekadar perkenalan pengurus baru. Di balik suasana hangat dan penuh kekeluargaan, terselip agenda besar konsolidasi organisasi menuju pelantikan resmi akhir Mei nanti.

Hampir seluruh unsur inti hadir. Mulai dari ketua harian, sekretaris jenderal, bendahara umum, para wakil ketua umum, hingga ketua bidang. Sejumlah tokoh senior dan pendiri organisasi juga tampak duduk bersama, menandai kesinambungan generasi di tubuh INTI.

READ  Enam Kucing Kuwuk Diselamatkan, Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi Masuk Tahap Penuntutan

Nama-nama lama tetap dipertahankan. Namun, sejumlah wajah baru ikut masuk dalam struktur kepengurusan. Indra menyebut kombinasi itu disusun berdasarkan kompetensi dan kebutuhan organisasi menghadapi tantangan baru.

“Kita ingin organisasi ini bergerak lebih kuat, lebih terukur, dan punya kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Indra dalam sambutannya.

Sekretaris Jenderal INTI Hardy Stefanus membuka rapat dengan menekankan pentingnya disiplin organisasi dan penguatan koordinasi internal. Menurut dia, kepengurusan baru harus mampu bekerja lebih efektif dengan pola kerja yang terstruktur dan terdelegasi.

Di hadapan para pengurus, Indra kemudian membeberkan arah strategi INTI empat tahun ke depan. Fokus utamanya: memperluas jejaring kebangsaan sekaligus memperkuat posisi organisasi di tengah dinamika sosial dan nasional.

INTI, kata dia, akan menjaga hubungan dengan pemerintah tanpa terjebak kepentingan politik praktis. Organisasi juga ingin memperluas komunikasi lintas kelompok masyarakat sebagai bagian dari upaya merawat persatuan.

READ  TMMD 128 Masuk Ladang: Menjaga Panen, Menopang Harapan Petani

Dalam paparannya, dr. Indra  Wahidin menyebut INTI telah menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh nasional seperti Hashim Djojohadikusumo dan Sugianto Kusuma, serta melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Dr. Widodo.

Langkah itu disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi organisasi dalam mendukung pembangunan nasional.

Tak hanya bicara relasi politik dan kebangsaan, INTI juga menyiapkan agenda sosial-ekonomi.

Program eksternal organisasi akan diarahkan pada kemitraan dengan pemerintah, kegiatan sosial dan CSR, pengembangan pendidikan, pelatihan, beasiswa, hingga peran sebagai jembatan investasi.

Sementara di internal, perhatian diarahkan pada penguatan cabang daerah, kaderisasi, pembenahan tata kelola organisasi, serta pelestarian budaya Peranakan Tionghoa.

READ  Safari Ramadhan di Marelan, Rico Waas: Pemerintah Harus Hadir dan Mendengar Warga

Ketua Harian INTI Pusat Ulung Rusman mengatakan struktur baru organisasi dibentuk melalui 15 bidang wakil ketua umum yang disusun mengikuti kebutuhan zaman dan arah pembangunan nasional.

Ia menegaskan INTI tetap berdiri sebagai organisasi kebangsaan dengan empat nilai utama: inklusif, nasionalis, toleran, dan independen.

“INTI bukan organisasi eksklusif. Kami ingin hadir sebagai bagian dari energi persatuan bangsa,” kata Ulung.

Di akhir rapat, suasana cair terlihat ketika para pengurus mulai saling berdiskusi dan membangun komunikasi informal.

Namun di balik senyum dan obrolan ringan itu, kepengurusan baru INTI tampaknya tengah menyiapkan langkah lebih besar: memperluas pengaruh organisasi dari ruang komunitas menuju panggung kebangsaan.