Puluhan Ton Logistik, Ratusan Harapan : Gerak Cepat Prajurit Yon Arhanud 11/WBY dan Relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Lokasi Bencana

KUALA SIMPANG, WasantaraPos.com — Bantuan bagi warga terdampak banjir di Kuala Simpang mulai tersalurkan melalui kerjasama antara Batalyon Arhanud 11/WBY dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat distribusi logistik ke sejumlah titik yang sebelumnya sulit dijangkau akibat akses yang terputus.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan prajurit TNI dan relawan Buddha Tzu Chi bekerja berdampingan sejak pagi. Mereka membentuk barisan untuk memindahkan beras, makanan instan, air mineral, serta perlengkapan kebersihan menuju posko-posko penyaluran.

READ  Ketika Pasir dan Semen Ketemu Perekatnya di Pasar Rawa

 

“Kondisi medan cukup menantang sehingga dukungan TNI sangat membantu dalam percepatan distribusi,” ujar Kepala Tim Penyaluran Bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi. Ia menyebut kendaraan dan personel Arhanud 11/WBY memungkinkan bantuan mencapai desa-desa yang beberapa hari terakhir terisolasi.

Perwakilan Arhanud 11/WBY menyampaikan bahwa pengerahan personel dalam operasi kemanusiaan merupakan bagian dari tugas TNI dalam mendukung masyarakat pada situasi darurat. “Sejak hari pertama, kami membantu dari proses pengemasan hingga pengantaran langsung ke rumah warga,” ujarnya.

READ  Menabur Benih Kemanunggalan TNI & Rakyat di Desa Pasar Rawa

 

Bantuan yang disalurkan antara lain 20 ton beras, 100 dus mi instan, 50 dus minyak goreng, 50 dus gula pasir, 100 dus air mineral, 50 dus susu, serta paket selimut dan kebutuhan sandang lainnya. Peralatan kebersihan juga menjadi perhatian, mengingat banyak rumah warga masih dipenuhi lumpur akibat banjir.

Sejumlah warga yang menerima bantuan tampak lega. Seorang ibu di posko induk mengatakan bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan dasar beberapa hari ke depan.

READ  BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palas Serahkan Santunan Klaim JKM dan JHT 

 

Banjir yang melanda Kuala Simpang tahun ini merupakan salah satu yang terbesar dalam satu dekade terakhir. Selain merendam ratusan rumah, banjir juga memutus akses antar-kecamatan sehingga distribusi logistik sempat terkendala.

 

Kolaborasi antara unsur TNI dan organisasi kemanusiaan seperti Yayasan Buddha Tzu Chi diharapkan dapat menjadi pola penanganan bencana yang lebih efektif ke depan, terutama mengingat tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh.