LANGKAT, WasantaraPos.com — Tak ada kata jeda, bahkan di hari libur. Di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, lima rumah yang dulu nyaris tak layak huni kini sedang berpacu dengan waktu. Program rehab RTLH dalam TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat dikebut hingga menembus progres di atas 90 persen.
Jumat, 1 Mei 2026, ketika sebagian orang berhenti sejenak, personel Satgas justru tetap bekerja. Palu terus diketuk, semen terus diaduk. Warga pun ikut turun tangan.
Gotong royong bukan sekadar jargon; ia menjadi tenaga utama yang mempercepat perubahan.
Lima rumah menjadi sasaran. Dinding rapuh diganti, atap bocor diperbaiki, lantai yang dulu becek kini diratakan. Perubahan itu mungkin terlihat sederhana, tapi bagi penghuninya, ini soal martabat hidup.
Pasiter Kodim 0203/Langkat Kapten Inf Supriadi menegaskan, pekerjaan sengaja dipacu agar selesai tepat waktu. “Kami kebut bersama warga. Target harus tercapai,” ujarnya.
Di lapangan, sinergi TNI dan masyarakat menjadi kunci. Warga tak hanya menunggu hasil, tapi ikut mengerjakan, dari mengangkut material hingga membantu tahap finishing. Kemanunggalan itu terasa konkret, bukan sekadar slogan.
Namun, lebih dari sekadar mengejar angka progres, ada hal lain yang dipertaruhkan: kualitas. Satgas memastikan setiap rumah benar-benar layak huni, bukan sekadar berdiri cepat tapi rapuh.
Program rehab RTLH ini menjadi salah satu wajah paling nyata dari TMMD, intervensi langsung pada kebutuhan dasar masyarakat. Bukan proyek besar yang mencolok, tapi perubahan kecil yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.
Jika tak ada aral, lima rumah itu segera rampung. Dan bagi penghuninya, Rida Wahyuni Rao, Miswandi, Irwansyah, Juraida, dan Suzana, rumah yang lebih layak bukan lagi rencana, melainkan kenyataan yang tinggal ditempati.






