Saat Seragam Loreng Turun Mengawal Tangki BBM di Medan

Wujudkan Pengabdian Tanpa Batas

Headline, Kodam I/BB306 Dilihat

MEDAN, wasantarapos.com— Jalanan menuju Fuel Terminal Medan, Rabu siang itu, 15 Juli 2026, tampak lebih “berwibawa” dari biasanya.

Di balik kemudi truk tangki besar berwarna merah-putih milik PT Elnusa Petrofin, bukan sekadar sopir perusahaan yang terlihat, melainkan sosok dengan seragam loreng khas TNI Angkatan Darat.

​Ada 18 prajurit dari Kodam I/Bukit Barisan yang hari itu beralih tugas. Senjata mereka kini bukan lagi senapan serbu, melainkan roda kemudi kendaraan berat.

Mereka turun tangan bukan untuk berperang, melainkan untuk memastikan tetesan BBM sampai ke SPBU tanpa hambatan.

​Langkah ini diambil setelah PT Elnusa Petrofin melayangkan surat permohonan bantuan darurat sehari sebelumnya, 14 Juli 2026.

READ  Alat Berat dan Tentara Diturunkan, Jalan Berlumpur Pasar Rawa Mulai Berubah

Permintaan itu lahir dari kegelisahan akan tersendatnya distribusi energi di Sumatera Utara, sebuah masalah yang jika dibiarkan bisa melumpuhkan nadi ekonomi daerah.

​”Ini bukan soal mengambil alih pekerjaan,” ujar Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, dengan nada tegas namun tenang. “Ini soal memastikan negara hadir ketika distribusi tersendat.”

​Sinergi di Garis Belakang

​Sandy menjelaskan, keterlibatan personel TNI ini bukan tanpa landasan. Mereka memegang payung hukum berupa Nota Kesepahaman antara PT Pertamina (Persero) dan TNI yang diteken pada 20 September 2022. Isinya jelas: optimalisasi pengamanan Objek Vital Nasional Strategis.

READ  "Minyak Kita", Tembus Rp17.500 di Sejumlah Pasar Medan, Distribusi dan Pengawasan Disorot

​Di mata Kodam I/BB, tugas ini sebenarnya bukan hal baru. Pengalaman menangani berbagai bencana alam di Sumatera Utara sebelumnya telah menempa para prajurit ini dalam urusan logistik. Mereka paham betul bahwa keterbatasan pengemudi kendaraan berat sering kali menjadi titik lemah dalam rantai pasok.

​Operasi Terbatas

​Meski didukung militer, operasi ini tidak akan berlangsung selamanya. Kodam I/BB menegaskan bahwa status “bantuan” ini bersifat sementara. Masa tugas 18 prajurit ini dibatasi sejak 14 hingga 17 Juli 2026.

Begitu keran distribusi dianggap pulih, seragam loreng akan kembali ke barak, dan tugas distribusi akan sepenuhnya diserahkan kembali kepada awak tangki PT Elnusa Petrofin.

​”Kami hanya mengisi celah agar masyarakat tidak dirugikan,” tambah Sandy.

​Bagi warga Medan yang sempat cemas melihat antrean di SPBU dalam beberapa hari terakhir, kehadiran prajurit di balik kemudi tangki ini barangkali menjadi sinyal kuat bahwa “penyakit” distribusi ini segera diobati.

READ  Simbol Kebangkitan Nasional, Presiden Prabowo Paparkan Langsung KEM-PPKF 2027 di DPR RI

Kini, publik hanya bisa berharap, setelah tanggal 17 Juli nanti, jalur distribusi BBM di Sumatera Utara benar-benar sudah kembali lancar tanpa perlu lagi kawalan bantuan khusus.