Tabrakan Argo Bromo di Bekasi: 16 Nyawa Melayang, Satu Gugur di ICU

Headline, Nasional, News, Ragam122 Dilihat

Bekasi, WasantaraPos.com – Angka korban tabrakan Kereta Api terus merangkak. Rabu siang, satu pasien yang sempat bertahan di ruang intensif akhirnya tak tertolong.

Total korban tewas dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kini menjadi 16 orang.

Di RSUD Bekasi, Direktur Utama Ellya Niken Prastiwi mencatat 22 korban masih dirawat. Tiga di antaranya sempat berada di ICU.

“Satu baru saja meninggal,” katanya, singkat.

Korban terakhir itu, Mia Citra (25), tak pernah benar-benar keluar dari kritis. Ia sempat dirawat intensif sebelum akhirnya menyerah. Jenazahnya dipulangkan, singgah di Tambun, lalu dibawa ke kampung halaman di Ngawi.

READ  TMMD Ke-128 Kodim 0203/Langkat Percepat Pembangunan Infrastruktur Desa Pasar Rawa

Rangkaian peristiwa bermula dari sesuatu yang tampak sepele: sebuah taksi tertemper di perlintasan. KRL tertahan lebih lama dari jadwal.

Lalu datang kereta jarak jauh dari belakang dan terlambat menyadari, atau gagal berhenti. Tabrakan pun tak terelakkan.

Benturan itu bukan sekadar kecelakaan teknis. Ia membuka lagi luka lama: disiplin perlintasan, koordinasi lalu lintas rel, hingga standar keselamatan di jalur padat.

READ  TMMD 128 Langkat: Kemanunggalan Diracik dari Warung ke Lapangan

Pertanyaan berulang, jawaban kerap mengambang.

Sebanyak 16 nama kini tercatat sebagai korban. Puluhan lainnya masih terbaring, sebagian dengan luka berat. Di balik angka-angka itu, ada perjalanan yang tak pernah sampai tujuan.

Penyelidikan masih berjalan. Namun bagi keluarga korban, penjelasan apa pun datang terlambat.