TENGGELAMKAN BALAI KOTA!” – Skandal Air Minum Rp 1,1 Miliar: Bukan Cuma Buat Minum, Irmanda SH: “Itu Sekalian Buat Mandi Walikota!”

Headline, News293 Dilihat

MEDAN, WasantaraPos.com – Kemarahan LSM Gempur Kota Medan terhadap anggaran belanja air minum senilai Rp 1.179.825.000 (Rp 1,1 miliar lebih) di Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemko Medan kian memuncak.

​Ketua LSM Gempur Kota Medan, Irmanda, SH, melontarkan pernyataan yang makin membuat publik geleng-geleng kepala.

Menurutnya, besaran anggaran yang sangat fantastis tersebut tidak masuk akal jika hanya digunakan untuk konsumsi air minum bagi para staf dan tamu.

“Mandi Air Mineral?”
​Irmanda dengan nada sarkas yang tajam menduga anggaran sebesar itu sebenarnya bukan lagi sekadar untuk konsumsi air minum.

READ  Mayjen Hendy Antariksa : Idul Adha, Mengingat Pesan Moral di Balik Sembelihan Kurban

​”Angka 1,1 miliar itu terlalu besar untuk ukuran air minum kantor. Saya curiga, jangan-jangan anggaran sebanyak itu bukan cuma buat diminum, tapi sudah sekalian buat kebutuhan mandi Pak Walikota!” cecar Irmanda, SH, dengan nada yang sangat provokatif, Rabu (17/6/2026).

Pernyataan Irmanda ini langsung memicu reaksi keras. Ia menegaskan bahwa di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sedang terjepit, gaya hidup birokrasi yang mewah dan boros seperti ini adalah bentuk penghinaan nyata terhadap masyarakat kecil.

READ  TMMD 128 Gebang: Sumur Bor Dikebut, Akses Air Bersih Diuji

​Jimmy Hamdani: “Ini Penghinaan Terhadap Rakyat!”
​Senada dengan sang ketua, Sekretaris LSM Gempur Medan, Jimmy Hamdani, S.Pd.I, menambahkan bahwa pihaknya menolak keras alasan-alasan teknis yang mungkin akan dilontarkan oleh Pemko Medan nantinya.

​”Kalau alasannya untuk tamu atau kegiatan kedinasan, tetap saja tidak rasional. Kami menantang Pemko Medan untuk transparan. Apakah mereka benar-benar meminum air senilai 1,1 miliar, ataukah ada ‘kebocoran’ di sana yang digunakan untuk membiayai kemewahan pejabat?” tegas Jimmy.

​LSM Gempur kini telah bersiap untuk mengambil langkah lebih keras. Mereka menegaskan tidak akan mundur sebelum anggaran tersebut dibatalkan atau dilakukan audit investigatif menyeluruh.

READ  Dubes Uni Eropa Apresiasi Keselarasan PTPN IV PalmCo dengan Tiga Pilar Utama Industri Sawit Berkelanjutan

​”APBD itu hak rakyat, bukan untuk memanjakan birokrasi dengan fasilitas berlebihan. Jika Walikota tidak segera merespons, jangan salahkan rakyat jika nanti kami yang mendatangi Balai Kota untuk menuntut pertanggungjawaban!” tutup Irmanda.

​Warga Medan, apakah menurut Anda anggaran air mineral Rp 1,1 miliar ini masih wajar, atau ini benar-benar bentuk pemborosan yang keterlaluan? Suarakan pendapat Anda!