TMMD 128 di Gebang: Perubahan Itu Akhirnya Mengalir dari Keran Air Warga Pasar Rawa

LANGKAT, WasantaraPos.com — Bertahun-tahun warga Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat hidup dengan persoalan yang jarang dianggap penting: sanitasi dan air bersih.

Tak pernah menjadi headline besar. Tak ramai diperdebatkan. Namun setiap hari, persoalan itu selalu hadir di kehidupan warga.

Sebagian masyarakat mandi dan mencuci dengan fasilitas seadanya. Ada yang harus berbagi kamar mandi dengan beberapa keluarga. Saat kemarau datang, air bersih berubah menjadi barang yang sulit dicari.

Masalah itu berlangsung lama, nyaris dianggap biasa.

Hingga akhirnya Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat datang ke desa pesisir tersebut.

READ  Safari Ramadhan di Marelan, Rico Waas: Pemerintah Harus Hadir dan Mendengar Warga

Kini, di sudut Pasar Rawa, sebuah fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) lengkap dengan sumur bor berdiri kokoh. Bangunannya sederhana. Dinding semen, bak air, dan saluran pipa biasa.

Tetapi bagi warga, dari tempat kecil itulah perubahan akhirnya benar-benar terasa.

Pembangunan MCK dan lima titik sumur bor yang rampung pada Minggu, 10 Mei 2026, menjadi salah satu sasaran TMMD yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Karena dari sana, kebutuhan paling dasar warga mulai terpenuhi: air bersih.

READ  Menabur Benih Kemanunggalan TNI & Rakyat di Desa Pasar Rawa

Sejak pagi, personel TNI bersama warga masih terlihat membersihkan area sekitar bangunan dan memastikan air dari sumur bor mengalir lancar.

Di bawah panas pesisir Gebang, seragam loreng bercampur dengan pakaian lusuh warga desa. Mereka bekerja tanpa jarak.

Pemandangan seperti itu kini perlahan menjadi sesuatu yang langka.

Pasiter Kodim 0203/Langkat Kapten Inf Supriadi mengatakan TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui fasilitas yang benar-benar dibutuhkan warga,” ujar Supriadi.

READ  Ketua Poktan di Gebang Ini Akhirnya Rasakan Jalan Layak Setelah 41 Tahun Menunggu

Selain pembangunan MCK dan sumur bor, TMMD ke-128 juga mengerjakan pengerasan jalan sepanjang 1.500 meter, pembangunan jembatan, gorong-gorong, normalisasi parit, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Namun di tengah deretan proyek fisik itu, MCK justru menjadi pembangunan yang paling sederhana sekaligus paling terasa manfaatnya.

Karena bagi warga Pasar Rawa, perubahan tidak selalu datang lewat proyek besar bernilai miliaran rupiah.

Kadang, perubahan itu hadir saat air bersih akhirnya mengalir di halaman rumah mereka sendiri.