TMMD 128 Gebang Kejar Sanitasi di Pasar Rawa, Warga Menunggu Air Bersih dan Hidup Lebih Layak

LANGKAT, WasantaraPos.com — Di bawah matahari yang jatuh tanpa ampun di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (8/5/2026), dinding MCK itu pelan-pelan naik. Semen diratakan, batu disusun, plester ditarik dengan tangan yang sama-sama berkeringat.

Di titik itu, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat bergerak pada urusan yang paling dasar, tetapi sering paling tertinggal: sanitasi.

Prajurit TNI dan warga bekerja dalam ritme yang sama. Tidak ada panggung, tidak ada jarak. Hanya panas, debu, dan pekerjaan yang harus selesai. Di sela aktivitas itu, warga ikut mengangkat material, mencampur adukan, dan membantu pengerjaan yang berjalan dari pagi hingga siang.

READ  Dari Bocor dan Bergoyang, Satgas TMMD Gerak Cepat Rumah Miswandi Mulai Layak Huni

Tahap yang dikebut hari ini adalah plester dinding MCK. Tahap yang terlihat sederhana, tetapi menentukan apakah bangunan ini kelak benar-benar bisa dipakai atau sekadar proyek yang selesai di atas kertas.

Komandan SSK TMMD ke-128, Letda Inf M. Rezky, menyebut pekerjaan terus dipercepat agar fasilitas segera bisa digunakan warga.

“Fokus kami plester dinding supaya bangunan kuat dan bisa dimanfaatkan jangka panjang,” katanya.

READ  Hindari Lubang, Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Muratara dan Terbakar, 16 Orang Tewas

Di lapangan, narasi pembangunan itu bertemu dengan kenyataan yang lebih keras: sebagian warga masih hidup dengan sanitasi terbatas, jauh dari kata layak. Di situ TMMD hadir sebagai program yang mencoba menutup jarak antara kebutuhan dasar dan kehadiran infrastruktur.

Program TMMD ke-128 di Kecamatan Gebang tidak hanya mengerjakan MCK, tetapi juga sejumlah infrastruktur desa lain.

READ  Enam Kucing Kuwuk Diselamatkan, Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi Masuk Tahap Penuntutan

Namun di Pasar Rawa, MCK ini berdiri sebagai ukuran paling sederhana dari pembangunan: apakah warga akhirnya bisa hidup lebih bersih, atau tetap bertahan dengan keterbatasan yang sama.