LANGKAT, WasantaraPos.com – Brigjen TNI Yanto Reinald Nainggolan tak ragu menyiduk air dari muara pipa sumur bor yang baru saja rampung dikerjakan.
Di bawah terik matahari Dusun III, Desa Pasar Rawa, Jenderal bintang satu itu melakukan tes sederhana namun meyakinkan: mencium aroma air dan mengumurinya di hadapan warga.
”Saat dicium dan dikumur terasa segar, sehingga layak dikonsumsi air ini,” ujar Yanto, Selasa, 12 Mei 2026.
Aksi Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-128 tersebut bukan sekadar seremoni.
Baginya, rasa segar di lidah adalah bukti validitas kerja lapangan Satgas TMMD Kodim 0203/Langkat.
Di daerah pesisir seperti Pasar Rawa, mendapatkan air yang tidak payau dan layak konsumsi adalah kemewahan yang lama dinanti.
Senyum di Wajah Nek Latifah
Di sudut lain, Nek Latifah, 59 tahun, menyaksikan prosesi itu dengan mata berkaca-kaca.
Selama puluhan tahun, urusan air bersih adalah perjuangan harian bagi warga setempat.
Kehadiran TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) seolah memutus rantai kesulitan tersebut.
”Terima kasih sekali bapak-bapak tentara sudah mau membantu kami. Sekarang kami bisa memanfaatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” tutur Latifah saat berbincang dengan Brigjen Yanto dan rombongan.
Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Yanto didampingi oleh Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, serta Dandim 0203/Langkat, Letkol Inf Medwin Sangkakala. Kehadiran pejabat daerah ini menegaskan bahwa proyek fisik ini adalah hasil kolaborasi lintas sektoral.
Bukan Sekadar Pembangunan Fisik
Brigjen Yanto, yang sehari-hari menjabat sebagai Pa Sahli Tk. II Kasad Bidang Ideologi, menekankan bahwa sumur bor hanyalah satu dari sekian sasaran. Di Desa Pasar Rawa, TNI juga tengah mengebut pengerasan jalan desa dan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Namun, bagi Yanto, esensi utama dari TMMD bukanlah sekadar angka-angka di atas kertas laporan pembangunan.
“TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kolaborasi antara prajurit, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kekuatan utama untuk mempercepat kesejahteraan di pedesaan,” tegasnya.
Ia pun berpesan kepada para personel Satgas agar tidak menurunkan standar kualitas pekerjaan. Baginya, infrastruktur yang dibangun harus memiliki manfaat jangka panjang bagi anak cucu warga Langkat.
Kini, air bersih telah mengalir di Pasar Rawa. Bagi warga seperti Nek Latifah, kucuran air segar dari sumur bor itu adalah doa yang terkabul lewat tangan-tangan prajurit TNI.












