Urusan Perut, Urusan Negara: TNI Kawal Swasembada dari Langkat

LANGKAT, wasantarapos.com– Di bawah terik matahari yang menyengat di Desa Gunung Tinggi, Kecamatan Sirapit, Langkat, Jumat, 17 Juli 2026, seragam loreng TNI Angkatan Darat tampak kontras dengan hijaunya hamparan padi yang siap panen.

Pemandangan ini bukan persiapan operasi tempur, melainkan wujud nyata keterlibatan langsung prajurit matra darat dalam mengamankan urusan logistik negara.

​Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H., berdiri berdampingan dengan Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB), Mayjen TNI Hendy Antariksa. Kehadiran mereka di pematang sawah bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui Panen Raya TNI yang digelar serentak secara nasional.

​Dari lokasi panen di Langkat, seluruh jajaran Kodam I/BB, Korem 022/PT, dan Kodim 0203/Langkat mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui telekonferensi yang dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

​Operasi Teritorial: Dari Pucuk Pimpinan hingga Babinsa

​Presiden Prabowo dalam pesannya menekankan satu hal mendasar: ketahanan pangan adalah soal kedaulatan bangsa yang tak bisa ditawar. Dalam strategi pangan yang dirinci Presiden, pembagian tugas antar matra TNI dilakukan dengan presisi.

READ  Jalan Baru Pasar Rawa, TMMD Akhiri Isolasi yang Menahun

​Panen tebu dilakukan di delapan titik dengan pendampingan TNI Angkatan Udara, panen kedelai di empat titik bersama TNI Angkatan Laut.

Namun, fokus utama di 31 titik, termasuk di Langkat adalah panen padi, yang komando pendampingannya diserahkan kepada TNI Angkatan Darat.

​Bagi Mayjen TNI Hendy Antariksa, instruksi ini adalah perintah operasi teritorial yang harus dijalankan dengan serius.

Dengan jejaring komando yang menyentuh hingga ke pelosok desa, prajurit TNI AD, mulai dari para Babinsa di garda terdepan hingga satuan komando kewilayahan menjadi ujung tombak dalam pendampingan teknis maupun moral bagi para petani.

​”TNI Angkatan Darat tidak hanya menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan, tetapi kami juga hadir di setiap sudut desa untuk memastikan kesulitan rakyat teratasi dan target swasembada pangan tercapai,” tegas Pangdam Hendy di sela-sela kegiatan.

READ  Tenda Jadi Kelas Al-Qur’an: Saat TMMD 128 Meluber dari Mushola ke Halaman

​Sinergi Bulog dan Komitmen Daerah

​Keberhasilan panen raya ini tidak berhenti saat padi dipotong. Rantai distribusi yang sehat menjadi kunci. Di Langkat, sinergi antara Kodam I/BB dengan Perum Bulog menjadi sorotan.

Aparat teritorial TNI AD di lapangan berperan memastikan hasil panen petani diserap dengan harga yang layak oleh Bulog, mencegah permainan tengkulak dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

​Plt. Bupati Tiorita Br. Surbakti menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Langkat dalam merajut kolaborasi lintas instansi ini. Menurutnya, kolaborasi solid antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat adalah syarat mutlak menjaga keberlanjutan produksi pangan di “Bumi Bertuah”.

​”Sinergi ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan Kabupaten Langkat berkontribusi nyata bagi stok pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani kita,” ujar Tiorita, yang hadir didampingi Kapolres Langkat AKBP Hanny P.H. Tambunan, Dandim 0203/Langkat Letkol Inf. Medwin Sangkakala, dan sejumlah kepala dinas terkait.

READ  Jalan Pasar Rawa, dari Lumpur ke Akses Baru

​Kehadiran para pemangku kebijakan ini memberikan sinyal kuat bahwa urusan pangan telah menjadi prioritas lintas sektoral.

Bagi kelompok tani di Sirapit, pendampingan intensif dari TNI Angkatan Darat memberikan rasa aman dan dorongan moral untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka di tengah tantangan iklim dan ekonomi global.

​Dengan berakhirnya panen raya serentak ini, TNI Angkatan Darat telah membuktikan perannya bukan hanya sebagai kekuatan pertahanan militer, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam stabilitas logistik negara.

Di tangan prajurit teritorial, kedaulatan pangan kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang diukur dari setiap bulir padi yang dipanen di tanah Langkat untuk Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.