Debu dan Peluh di Jalur TMMD: Jalan 1,5 Kilometer Dikebut di Gebang

LANGKAT, WasantaraPos.com — Debu beterbangan menutup sebagian pandangan di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Jumat, 8 Mei 2026. Matahari siang menyengat keras.

Namun puluhan personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 0203/Langkat tetap bergerak di atas badan jalan yang sedang dikejar pengerasannya.

Sekop menghantam timbunan sertu. Truk keluar-masuk membawa pasir batu. Warga, prajurit TNI, dan personel Polri bekerja tanpa banyak bicara.

Mereka seperti sedang berlomba dengan waktu menyelesaikan jalan sepanjang 1.500 meter yang menghubungkan Dusun I, II, dan III Desa Pasar Rawa.

READ  MENYULUR AIR, MEMBASUH DAHAGA PASAR RAWA

Jalan itu selama ini lebih sering menjadi sumber keluhan warga. Saat hujan turun, badan jalan berubah licin dan berlumpur. Ketika kemarau datang, debu beterbangan masuk ke rumah-rumah warga.

Kini, lewat program TMMD, jalan itu mulai dipadatkan.

Di lokasi pekerjaan, wajah-wajah penuh debu terlihat memikul material dari truk ke badan jalan. Sebagian meratakan timbunan, lainnya terus mengisi bagian yang masih rendah. Tak ada yang benar-benar bersih dari debu siang itu.

READ  TMMD 128 Langkat: Saat Rumah Warga Diperbaiki, Harapan Desa Ikut Dihidupkan

Pasiter Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf. Supriadi, mengatakan pengerjaan dilakukan secepat mungkin agar akses warga segera membaik.

Menurut dia, TMMD bukan hanya proyek pembangunan fisik, melainkan cara TNI menjaga kedekatan dengan masyarakat desa.

Namun di lapangan, pekerjaan itu terasa lebih dari sekadar slogan program.

Bagi warga Pasar Rawa, jalan tersebut adalah akses utama mengangkut hasil kebun dan penghubung antarpermukiman. Karena itu, mereka ikut turun bekerja tanpa diminta dua kali.

READ  Indonesia Amankan 150 Juta Barel Minyak Rusia, Hashim Djojohadikusumo: Hasil Lobi Langsung Prabowo Subianto ke Vladimir Putin

Di tengah panas yang membakar dan debu yang terus mengepul, pembangunan jalan itu memperlihatkan satu hal sederhana: desa-desa terpencil masih bergantung pada gotong royong untuk mempercepat perubahan yang lama tertunda.