LANGKAT, WasantaraPos.com — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, tidak hanya membelah tanah dan membuka jalan. Ia juga menyelinap ke ruang paling sunyi: dapur warga, obrolan malam, dan rasa yang tak tercatat dalam laporan pembangunan.
Selama 30 hari, prajurit tinggal di rumah-rumah warga. Mereka datang bukan sekadar membawa cangkul dan seragam loreng, tetapi juga waktu, dan sesuatu yang jarang dimiliki negara ketika hadir di desa.
Di rumah Ernawati (49), cerita itu berlangsung sederhana. Sepulang dari lokasi kerja, para prajurit tak langsung beristirahat. Mereka membantu memasak, menyapu lantai, atau sekadar duduk lama selepas Isya, berbincang tentang banyak hal, mulai dari agama hingga masa depan anak-anak desa.
“Alhamdulillah, selain ada rezeki, kami dapat keluarga baru,” kata Ernawati, Selasa (5/5/2026).
Rezeki yang ia maksud nyata: ada pemasukan dari makan dan tempat tinggal yang disediakan. Namun yang tak kalah terasa adalah kedekatan yang tumbuh tanpa jarak. Tentara, yang biasanya hadir sebagai simbol negara, di sini berubah menjadi bagian dari keluarga.
Anak-anak diajak mengaji. Remaja diingatkan menjauhi narkoba dan judi daring. Semua berlangsung tanpa seremoni dan hanya lewat percakapan ringan yang diulang setiap malam.
Bagi TNI, ini adalah wajah lain dari pembinaan teritorial: pendekatan yang tidak mengandalkan instruksi, melainkan kehadiran. Tinggal bersama warga menjadi cara paling sunyi untuk membangun kepercayaan.
Komandan SSK TMMD ke-128, Letda Inf M. Rezky, mengingatkan anggotanya untuk menjaga sikap selama tinggal di rumah warga. Mereka bukan hanya pekerja pembangunan, tetapi juga cermin yang dilihat setiap hari oleh masyarakat.
Namun, seperti banyak cerita TMMD lainnya, kehangatan ini punya batas waktu. Tiga puluh hari, lalu selesai.
Jalan akan tetap ada. Parit akan tetap mengalir. Tapi yang mungkin paling lama tinggal justru hal yang tak kasatmata: ingatan tentang negara yang pernah duduk satu meja makan, mendengar, dan meski sebentar, telah menjadi keluarga.











