Jembatan Merah Putih di Atas Sungai Naha Nose

Nias Utara — Sungai Naha Nose di Desa Botombawo, Kecamatan Sitoluori, Nias Utara, tak lagi menjadi penghalang bagi warga. Senin, 6 Juli 2026, sebuah jembatan “Aramco” sepanjang 6 meter dengan lebar 4 meter resmi berdiri tegak, memutus isolasi yang selama ini membayangi mobilitas penduduk setempat.

​Proyek ini bukan sekadar urusan konstruksi beton dan baja. Ia adalah manifestasi dari program “Bakti TNI AD Untuk Rakyat” yang diusung Presiden Prabowo Subianto untuk menyisir wilayah-wilayah terpencil.

READ  Jabatan Asops Kasdam dan Danyonarmed 2/KS Berganti: Menakar Babak Baru Pengamanan Teritorial di Sumatra Utara

Pengerjaannya merupakan hasil kerja keroyokan yang melibatkan personel Koramil 06/Tuhemberua Kodim 0213/Nias, Yon TP 903/Baluseda, hingga spesialis konstruksi dari Yonzipur 1/DD.

​Bagi warga Desa Botombawo, kehadiran jembatan ini adalah jawaban atas keluhan yang menahun. Seorang guru setempat menuturkan, sebelum jembatan ini rampung, akses menuju sekolah menjadi perjudian harian bagi pelajar dan tenaga pendidik.

READ  Sepekan TMMD 128 Gebang: Sumur Bor Dikebut, Harapan Air Bersih Mulai Terwujud

Terutama saat cuaca buruk, lintasan tersebut menjadi jalur yang rawan dan penuh kendala.

Kini, dengan infrastruktur baru ini, denyut aktivitas warga dari mobilitas pendidikan hingga ekonomi diharapkan bisa berjalan lebih aman dan lancar.

Kepala Penerangan ​Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy, S.I.P., menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan ini merupakan bagian dari mandat untuk memperkuat konektivitas di daerah yang tertinggal.

“TNI Angkatan Darat terus hadir melalui berbagai kegiatan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” ujar Kol. Sandy.

​Pembangunan ini menjadi potret kecil dari upaya sinergi pemerintah dan militer dalam mengejar ketertinggalan infrastruktur.

READ  Perkuat Kesiapan Personel, Satuan Infolahtadam I/BB Gelar Pelatihan Teknologi Informasi

Di Desa Botombawo, jembatan ini tidak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menjadi jembatan harapan agar akses terhadap kesejahteraan tidak lagi terputus oleh sungai yang meluap.