HMI Desak Kapolri Copot Kapolda Sumut, Bos Jodai Aseng Kayu Diduga Dilindungi Hingga Maraknya Tindakan Kriminal

News205 Dilihat

MEDAN – PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Kapolda Irjen Pol Wisnu Hermawan, dinilai tak mampu menjaga keamanan dan kondusifitas di Sumatera Utara.

Di mana, perjodaian dan Narkoboy masih marak serta peredarannya ditemukan hampir disetiap pelosok daerah di Sumut.

Wakil Ketua PB HMI Hasbi Alwi Silalahi mengatakan, Polda Sumut hingga saat ini belum dapat menyelesaikan sejumlah masalah penyakit masyarakat.

READ  USU Sebar Titik UTBK-SNBT 2026 hingga Nias, Peserta Diminta Cek Lokasi Lebih Awal

Bahkan, Polda Sumut diduga melindungi Aseng Kayu bos jodai yang lokasi perjodaiannya tersebar di seluruh daerah.

“Hingga saat ini belum ada gebrakan Kapolda Sumut untuk memberantas lokasi perjodaian yang ada. Kapolda Sumut juga tidak mampu menangkap Aseng Kayu sebagai bos judai di Sumut,” ucapnya.

Karena hal tersebut, Hasbi meminta Kapolri untuk mencopot Irjen Pol Wisnu Hermawan dari jabatannya, karena kinerjanya belum terlihat.

READ  TMMD 128 Langkat: Jalan Baru, Desa Pasar Rawa Mulai Terhubung

“Kapolri harus segera mencopot Kapolda Sumut karena tidak mampu menyelesaikan masalah. Mulai dari perjodaian dan narkoboy masih marak,” jelasnya.

Satu di antara dampak dari maraknya perjodaian dan narkoboy, kata Hasbi meningkatnya tindakan kriminal, seperti begal di Sumatera Utara.

“Lihat aja karena jodai dan narkoboy tindakan kriminal makin sering terjadi. Kita sangat menyesalkan ketegasan Kapolda Sumut dalam bekerja di Sumatera Utara,” ucap Hasbi.

READ  Menjalin Asa, Satgas dan Rakyat dalam Satu Irama

HMI juga kata Hasbi akan melakukan aksi besar-besaran di depan Mapolda Sumut, mempertanyakan kinerja Kapolda Irjen Pol Wisnu Hermawan.

“Kita bersama dengan seluruh jajaran Badko HMI Sumut akan melakukan unjuk rasa di depan Mapolda Sumut mempertanyakan, apa saja kerja yang sudah dilakukan oleh Kapolda Sumut,” jelasnya.

Pihaknya berharap, Kapolri segera melakukan evaluasi demi menyelamatkan masyarakat Sumatera Utara dari korban. (Red/ti)