Pemerintah Lakukan Penataan Ulang Rokok Tanpa Cukai

JAKARTA, WasantaraPos.com — Pemerintah mulai menempuh langkah penataan ulang terhadap peredaran rokok tanpa cukai sebagai respons atas maraknya pasar ilegal yang sulit dikendalikan. Pendekatan ini menandai pergeseran strategi, dari semata penindakan menuju kombinasi pengaturan dan integrasi ke dalam sistem resmi.

Melalui rencana penambahan layer baru dalam struktur tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT), rokok yang selama ini beredar tanpa pita cukai diarahkan untuk masuk ke kategori tertentu dengan pungutan yang lebih terjangkau.

READ  Satuan Brimob Polda Sumut Musnahkan 10 Hektar Ladang Ganja di Perbukitan Mandailing Natal

Kebijakan ini diharapkan dapat menarik sebagian pelaku dari sektor informal ke dalam sistem yang terdaftar dan terawasi.

Gagasan tersebut disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang menilai pendekatan represif saja belum cukup efektif menekan peredaran rokok ilegal.

Dengan penataan ulang, pemerintah berupaya mengurangi potensi kehilangan penerimaan negara sekaligus mempersempit ruang gerak pasar gelap.

READ  Polemik Daging Nonhalal Memanas, DPRD Medan: Ini Penataan, Bukan Pelarangan

Meski demikian, kebijakan ini tetap dibarengi dengan komitmen penegakan hukum.

Pemerintah menegaskan bahwa pelaku yang tidak mematuhi ketentuan baru akan tetap dikenai sanksi tegas. Artinya, integrasi ke dalam sistem bukan tanpa batas, melainkan disertai pengawasan yang lebih ketat.

Rencana penataan ulang ini masih dalam tahap pembahasan dan akan dibawa ke DPR dalam waktu dekat.

READ  Rezeki dan Rasa yang Tinggal: Cerita TMMD dari Dalam Rumah Warga

Jika disetujui, kebijakan tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi pengendalian yang lebih menyeluruh terhadap peredaran rokok tanpa cukai di Indonesia.