MEDAN, WasantaraPos.com — Ketika kegelisahan sosial kian terasa dan ancaman bencana terus membayangi, ulama memilih jalan doa. Pimpinan Majelis Dzikir Nuurulkhairat, Habib Sholeh bin Abu Bakar Alaydrus atau Habib Rotan, memimpin dzikir dan doa keselamatan bangsa di Masjid Al Musannif, Medan, Sabtu malam, 24 Januari 2026.

Dzikir bertema “Dengan Berzikir Hati Akan Tenang” itu digelar sebagai ikhtiar spiritual di tengah situasi nasional yang dinilai tidak sedang baik-baik saja. Dalam ceramahnya, Habib Rotan mengangkat kisah Nabi Yunus AS, tentang pengakuan kesalahan dan harapan keluar dari kegelapan.
“Nabi Yunus berdoa dalam kondisi paling gelap, mengakui kelemahan dan kekhilafan,” ujar Habib Rotan, merujuk doa La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin.
Habib Rotan mengajak jemaah meneladani doa tersebut sebagai ikhtiar agar bangsa dijauhkan dari fitnah, kezaliman, dan krisis yang berlarut.

Nada serupa disampaikan KH Zulfikar Hajar, Lc dalam tausiahnya. Ia menyebut Indonesia tengah menghadapi situasi yang menguji kepemimpinan dan kepekaan negara terhadap suara masyarakat.
“Negara tidak sedang baik-baik saja. Pemerintah perlu mendengar keluh kesah rakyat,” kata Zulfikar.
Menurut dia, persatuan antara ulama dan umara bukan sekadar simbol, melainkan syarat bagi terwujudnya negara yang adil dan tenteram. Tanpa sinergi itu, kebijakan berisiko menjauh dari nilai moral dan rasa keadilan.

Kegiatan doa ditutup oleh Habib Rotan dan sambutan Ketua Yayasan Haji Anif Medan, Haji Musa Rajekshah. Hadir pula akademisi Prof Dr Ardiansyah Lc. MA, MUI, serta sejumlah tokoh agama dan ormas Islam.












