Banjir Datang Lagi, Prajurit TNI Kembali Bersihkan SDN 158506 Tukka

Sumut175 Dilihat

TAPANULI TENGAH, WasantaraPos.com — Untuk kedua kalinya dalam hitungan hari, lumpur menutup halaman SD Negeri 158506 Tukka, Lingkungan IV, Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka. Hujan deras memicu banjir susulan pada Ahad, 22 Februari 2026, memaksa pembersihan ulang dilakukan.

 

Sejumlah prajurit TNI bersama Babinsa Koramil 03/Pandan, personel Yon TP 905/TS, dan pihak sekolah kembali mengangkat endapan lumpur dengan sekop dan cangkul. Pekerjaan yang sebelumnya dinyatakan rampung, kini harus diulang.

READ  Gubernur Bobby Nasution Dukung LASQI Kenalkan Islam ke Generasi Muda Lewat Seni

 

Pembersihan memang penting. Namun banjir susulan ini memunculkan pertanyaan yang lebih besar: mengapa sekolah yang baru saja dipulihkan kembali terendam? Apakah sistem drainase di sekitar lingkungan sekolah memadai? Ataukah kawasan ini memang masuk zona rawan tanpa upaya mitigasi jangka panjang?

 

Normalisasi halaman dan ruang sekolah menjadi prioritas agar kegiatan belajar mengajar tidak kembali tertunda. Tapi setiap kali hujan deras turun, risiko serupa tampak mengintai.

READ  Polda Sumut Ungkap 923 Kasus Narkoba Awal 2026, Selamatkan 1,48 Juta Jiwa

 

Sekolah, ruangannya yang seharusnya aman bagi anak-anak, justru menjadi titik rapuh saat cuaca ekstrem datang.

 

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, mengatakan keterlibatan prajurit merupakan bentuk komitmen membantu masyarakat agar aktivitas pendidikan segera pulih.

 

“Prajurit TNI, siap dan terus hadir membantu percepatan pemulihan,” ujarnya.

 

Kehadiran prajurit TNI memberi solusi cepat di lapangan. Namun solusi cepat tidak selalu menjawab akar persoalan.

READ  Pengamat: Mundurnya Dua Kadis Bukan Konflik, Tapi Ketidakmampuan Ikut Ritme Kerja Pimpinan

 

Tanpa pembenahan infrastruktur drainase dan tata kelola lingkungan, sekolah di Tukka berpotensi kembali menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

 

Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang kian sering terjadi, respons darurat perlu diimbangi langkah pencegahan.

Jika tidak, pembersihan bisa jadi hanya menjadi rutinitas dan ruangan kelas akan terus bersaing dengan genangan air setiap kali hujan turun.