Ijeck Dorong Pemerintah Sediakan Pamsimas Di Desa Durian, Pantai Labu

Sumut191 Dilihat

DELISERDANG, WasantaraPos.com – Bagi Musa Rajekshah, persoalan air bersih di Desa Durian bukan sekadar urusan teknis. Ia melihatnya sebagai potret ketimpangan pembangunan yang masih terasa hingga ke desa pesisir. Karena itu, sebagai wakil rakyat, ia mendorong pemerintah agar pemerataan pembangunan tidak berhenti di atas kertas.

Rabu, 24 Desember 2025, anggota DPR RI yang akrab disapa Ijeck itu menyerahkan langsung Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) kepada warga Dusun I, Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.

“Sebagai wakil rakyat, tentu saya mendorong pemerintah menciptakan pemerataan pembangunan. Air bersih adalah kebutuhan dasar, bukan fasilitas tambahan,” kata Ijeck.

 

READ  Sumut Provinsi Ketiga Terapkan Restorative Justice, Gubernur Bobby Nasution Gandeng Kejati Sumut Wujudkan Keadilan yang Humanis

Menurut Ijeck, saat turun langsung ke lapangan, ia mendengar sendiri keluhan warga tentang sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Keluhan itu, kata dia, menjadi dasar untuk mendorong Kementerian Pekerjaan Umum Cipta Karya agar segera mengalokasikan anggaran.

 

Ijeck menilai, pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih sering kali luput dari perhatian karena tidak selalu tampak megah. Padahal, dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

 

Karena itu, ia memastikan Pamsimas di Desa Durian tidak hanya dibangun, tetapi juga siap dikelola secara berkelanjutan oleh warga. Ia meminta masyarakat menjaga fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

READ  Sumatera Utara Jadi Role Model Budidaya Ikan Nila bagi Malaysia, Fokus ke Tilapia Hitam Danau Toba

 

“Pemerataan pembangunan tidak boleh hanya dirasakan di kota. Desa juga berhak atas infrastruktur dasar yang layak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Durian, Supiyadi, menyebut kehadiran Ijeck sebagai bentuk nyata peran wakil rakyat yang mendengar dan bertindak. Menurutnya, persoalan air bersih selama ini menjadi beban utama warga desa.

 

“Pak Ijeck datang saat kami masih kesulitan. Bukan setelah masalah selesai,” kata Supiyadi.

 

READ  Pemprov Sumut : Rumah Sakit Tak Boleh Tolak Pasien Berobat dengan KTP atau yang Menunggak BPJS

Selain Pamsimas, Supiyadi juga mengungkapkan bahwa Ijeck turut mendorong perbaikan jalan desa sepanjang 580 meter yang sebelumnya rusak. Bagi warga, perhatian terhadap air bersih dan jalan desa menjadi tanda bahwa pembangunan mulai menyentuh kebutuhan paling dasar.

 

Di Desa Durian, Pamsimas kini menjadi lebih dari sekadar fasilitas air bersih. Ia menjadi simbol bagaimana pemerataan pembangunan bisa dimulai dari desa, ketika wakil rakyat memilih hadir, mendorong, dan mengawal kebijakan pemerintah, dari Provinsi Sumut hingga ke desa – desa.