Ketika Rakyat dan TNI Bersatu, Mustahil Jadi Mungkin

LANGKAT, WasantaraPos.com — Di Desa Pasar Rawa, kerja pembangunan tak lagi sekadar proyek. Ia berubah menjadi gerak bersama, antara prajurit, polisi, dan warga yang menyatukan tenaga dalam satu irama.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026 menghadirkan itu: bukan hanya infrastruktur, tetapi juga harapan yang dirakit perlahan dari gotong royong.

READ  Air dari Perut Bumi: TMMD 128 Menjawab Dahaga Panjang Warga Pasar Rawa

Sebuah jembatan sepanjang 6 meter dan lebar 4 meter kini hampir rampung. Progresnya telah menyentuh 98 persen. Namun, angka itu hanya sebagian cerita. Di baliknya, ada peluh yang dibagi rata, ada waktu yang disisihkan, dan ada tekad yang dipikul bersama.

“Personel Satgas bersama warga bergotong royong menuntaskan pembangunan jembatan,” kata Pasiter Kodim 0203/Langkat Kapten Inf Supriadi.

READ  Bobby Nasution dan Luhut Matangkan Program 2026 Perkuat Danau Toba sebagai Destinasi Super Prioritas

Jembatan itu bukan sekadar penghubung dua titik. Ia adalah nadi baru bagi warga dan bisa memperlancar langkah harian, mempercepat hasil tani sampai ke pasar, dan memutus keterisolasian yang selama ini membatasi.

Di titik ini, kehadiran TNI dan Polri melampaui peran formal. Mereka menjadi bagian dari denyut desa, untuk menggerakkan, memotivasi, sekaligus menyatu dalam kerja kolektif.

TMMD, pada akhirnya, bukan hanya tentang membangun desa. Ia adalah cara negara hadir melalui tangan-tangan prajurit yang bekerja bersama rakyat.