Saat Ulos Bertemu Seragam, Relasi Sipil & Militer Mengemuka di Pergantian Pangdam Bukit Barisan

Sumut199 Dilihat

Medan, WasantaraPos.com — Pergantian Panglima Kodam I/Bukit Barisan bukan hanya peristiwa internal militer. Di Sumatera Utara, ia selalu bersentuhan langsung dengan ruang sipil. Penyambutan Mayjen TNI Hendy Antariksa di Makodam I/BB, Sabtu, 13 Desember 2025, memperlihatkan bagaimana relasi antara kekuatan bersenjata dan kekuasaan sipil dirawat melalui simbol, ritual, dan kehadiran elite daerah.

Upacara militer berlangsung presisi, mulai dari laporan pasukan, penghormatan jajar, hingga tata protokol korps. Namun maknanya melampaui disiplin internal. Di provinsi dengan sejarah konflik sosial, sengketa lahan, dan kebencanaan berulang, Kodam Bukit Barisan menjadi salah satu pilar stabilitas yang tak bisa dilepaskan dari dinamika pemerintahan daerah.

READ  Konsorsium Judi Togel 'Aseng Kayu' Dinilai Hantarkan Sumut ke Peringkat ke 6 Kasus Perjudian, Anggota DPR RI Maruli Siahaan: Polisi Harus Bertindak!

Prosesi adat menegaskan persinggungan itu. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengalungkan ulos ke pundak Pangdam baru. Simbol tersebut mencerminkan penerimaan kultural sekaligus pesan sinergi antara militer dan pemerintah sipil.

Di sisi lain, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus menyerahkan selendang dan bunga kepada Linda Hendy Antariksa, sebuah penanda bahwa struktur pendukung TNI juga berkelindan dengan ruang sosial sipil.

Kehadiran lengkap unsur Forkopimda Sumatera Utara, Pangkosek I Medan, dan Kapolda Sumut memperlihatkan posisi strategis Kodam I/BB dalam arsitektur kekuasaan daerah.

READ  Ketua PWI: Hubungan Bobby Harmonis dan Dekat dengan Wartawan

Dalam praktiknya, koordinasi militer dan sipil kerap menjadi kunci dalam penanganan konflik agraria, pengamanan proyek strategis nasional, hingga respons bencana alam di kawasan pesisir dan pegunungan.

Pedang pora terbuka, lagu Taruna Jaya mengalun, dan tarian Manortor menyambut di ujung prosesi. Di Sumatera Utara, simbol adat kerap menjadi jembatan yang melunakkan batas antara otoritas bersenjata dan masyarakat sipil.

Di Ruang Hening, Pataka Kodam I/Bukit Barisan dicium dan Buku Korps Raport ditandatangani. Ritual ini menegaskan legitimasi komando dengan sebuah legitimasi yang di lapangan akan terus diuji oleh tuntutan transparansi, netralitas, dan profesionalisme militer dalam ruang sipil.

READ  Sumut Salurkan Rp443 Miliar Dana Bagi Hasil Pajak Rokok, Bobby Minta Daerah Jaga Keseimbangan Belanja

Serah terima jabatan dari Pangdam lama Mayjen TNI Rio Firdianto kepada penggantinya menutup rangkaian. Di Gedung A.H. Nasution, pengukuhan Ibu Raksakarini Sri Sena sebagai Ketua Persit KCK Daerah I/BB melengkapi gambaran bahwa relasi sipil dan militer di Sumatera Utara tidak hanya bergerak di garis komando, tetapi juga di ruang sosial keluarga prajurit.

Di Makodam I/BB hari itu, pergantian Pangdam menjadi cermin relasi antara sipil dan militer yang terus dinegosiasikan, antara kebutuhan stabilitas, tuntutan demokrasi, dan realitas daerah yang penuh tantangan.